Share

Mengagetkan! Virus Rubella Terdeteksi di 3 Kabupaten Nusa Tenggara Timur

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 26 Juni 2018 10:58 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Shutterstock)

KUPANG - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat sejak Maret hingga Mei 2018 sudah ada tiga kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu yang warganya terjangki Virus Measles dan Rubella (MR).

"Saat ini virus MR sudah ada di tiga kabupaten, dan ini dari hasil survei yang kami lakukan saat sosialisasi di tiga kabupaten itu," kata Staf Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bagian Survei Dinas Kesehatan Provinsi NTT Acep Effendi di Kupang, Selasa (26/6/2018).

Baca Juga: Waspada! 7 Makanan Sehari-hari Ini Ternyata Mengandung Racun Mematikan

Dia menyebutkan tiga kabupaten yang warganya terkena virus tersebut adalah Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende, serta Kabupaten Sikka. Acep mengatakan bahwa sebenarnya pada saat ditemukan virus tersebut, pasca ada kiriman 10 sampel untuk survei virus campak di tiga kabupaten itu, namun saat dilakukan pemeriksaan lab ternyata virus yang ditemukan adalah Virus MR.

"Pada bulan Maret kami dapat kiriman sampel dari Manggarai Barat, saat kami menggelar survei campak, namun hasilnya ternyata virus MR, demikian pun saat survei di Ende dan Sikka hasilnya sama," tuturnya.

Tentu hal tersebut, lanjutnya, sangat mengejutkan dinas kesehatan provinsi, karena sebelum dilakukan survei virus itu ternyata susah ada duluan.

 Ilustrasi, ShutterstockFoto: Ilustrasi penyebaran virus (Shutterstock)

Untuk kabupaten Sikka disebutkan jumlahnya lanjutnya cukup banyak, karena dua kali pengiriman sampel, semuanya adalah virus MR. Sementara untuk dua kabupaten lainnya dua kali pengiriman hanya satu kali terdekat ekspo virus tersebut.

Untuk mencegah penyebarannya agar tidak merambat ke masyarakat lain di tiga kabupaten itu, pemerintah provinsi khususnya dinas kesehatan bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat gencar melakukan sosialisasi bahaya virus MR.

Baca Juga: 6 Kue Termahal di Dunia, Harganya Bikin Anda Melongo!


Tak hanya itu masyarakat juga diminta peduli untuk mendatangi puskesmas guna melakukan vaksin, bukan hanya untuk MR tapi juga untuk campak dan imunisasi lainnya.

Baginya kampanye imunisasi MR yang akan digelar pada Agustus hingga September mendatang diharapkan mampu menekan angka menyebarnya virus MR. Sekedar diketahui, virus MR sendiri juga sudah sempat menyebar di Kabupaten Flores Timur pada tahun 2016, saat dilakukan survei oleh dinas kesehatan provinsi.

(ris)