Share

Cedera Bahu Akibat Olahraga? Ini Cara Penanganannya

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 22 Mei 2018 12:43 WIB
$detail['images_title']
Cedera Bahu (Heart)

SALAH satu gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga semakin banyak diminati masyarakat urban saat ini. Ini tidak terlepas dari keinginan untuk menjaga kebugaran tubuh, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Meski terlihat umum dilakukan, berolahraga dapat menimbulkan risiko cedera, khususnya pada bahu, tangan, dan kaki, terlebih jika tidak dilakukan dengan benar. Cedera olahraga dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pria, wanita, anak-anak, juga orang dewasa, baik atlet profesional ataupun orang awam.

 Baca juga: Disukai Masyarakat Dunia, Katy Perry Malah Cela Gaun Pernikahan Meghan Markle

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Iman Widya Aminata mengatakan, ada banyak jenis cedera yang umum terjadi saat olahraga seperti peradangan otot atau sendi akibat salah posisi, otot yang robek, ataupun dislokasi otot, tulang, dan sendi.

 Petenis sakit bahu (Muscleandjoint)

Selain itu, ia menyebutkan kesalahan posisi bagian tubuh saat berolahraga, bertabrakan dengan sesama pemain, teknik bermain yang kurang tepat dan penggunaan otot yang berlebihan merupakan penyebab cedera pada tangan dan bahu.

"Penanganan cedera akibat olahraga yang tepat dan cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko jangka panjang yang ditimbulkan," ungkapnya dalam acara buka bersama RS Pondok Indah Group di Hotel Pullman, Jakarta.

Adapun beberapa jenis olahraga yang dapat memicu cedera tangan dan bahu adalah golf, tenis, badminton, dan voli. Oleh karenanya, saat cidera membutuhkan penanganan yang tepat.

 Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding

"Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya diagnosa, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi medis modern seperti CT Scan atau MRI. Penanganan diagnosis perlu dilakukan untuk mengetahui lokasi serta mengidentifikasi cedera yang terjadi dengan lebih akurat sebagai tahapan awal untuk menentukan langkah penanganan yang tepat selanjutnya," imbuh dia.

 sakit bahu (Authorityremedies)

Ia menilai cedera bahu dapat terjadi baik pada tulang maupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras menyebabkan cedera paling sering terjadi pada otot. Cedera bahu ringan dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi, sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik, serta terapi untuk membantu proses pemulihan bahu.

Untuk cedera bahu dengan kondisi tertentu seperti robeknya otot, pasien memerlukan diagnosa dan penanganan yang lebih komprehensif. Diagnosa dengan teknologi seperti CT Scan dapat memberikan rekonstruksi tiga dimensi untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai permasalahan yang dialami.

 Baca juga: Ternyata Gaun Meghan Markle Punya Kemiripan dengan Pengantin Kerajaan Lain

Bahkan, jika kondisinya sudah sangat serius, maka bisa jadi perlu dilakukan tindakan pembedahan. Tapi dia menyebutkan, tindakan pembedahan atau operasi saat ini sudah tidak menakutkan lagi.

"Masa pemulihan pasca operasi membutuhkan waktu hingga lima bulan yang meliputi masa proteksi, fase mobility untuk mengembalikan fleksibilitas bahu, fase untuk meningkatkan kekuatan bahu. Yang terakhir adalah fase di mana pasien dapat kembali melakukan aktivitas olahraga seperti semula, dimulai dari latihan untuk non-contact sport, baru dilanjutkan dengan Iatihan untuk contact sport," tukasnya.

(rzy)