Share

Sulit untuk Orgasme, Pria Ini Posting Foto Telanjang di Medsos

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Selasa 01 Mei 2018 01:15 WIB
$detail['images_title']
Ben. (Foto: Instagram)

LONDON – Seorang pria yang tidak dapat orgasme telah memposting foto telanjangnya di dalam akun media sosial Instagram-nya. Dia sengaja tidak memberikan nama dirinya pada unggahannya tersebut, dalam upaya meningkatkan kesadaran orang-orang terhadap penyakitnya saat ini.

Pria yang akhirnya diketahui bernama Ben dari London ini, sebelumnya dia menyembunyikan wajahnya dalam foto-foto artistic yang diunggahnya di akun sosial media. Dia sebelumnya hanya menunjukkan bokongnya di depan landmark kota seperti Big Ben dan London Eye.

Namun, dia pun akhirnya mengungkapkan identitasnya di depan publik setelah memposting foto bugilnya pada pagi ini. Di saat yang bersamaan dia juga mengaku mengalami gangguan seksual yang paling sering dialami oleh pria, yakni kesulitan dalam berejakulasi.

Dalam upaya memecahkan ketabuan di masyarakat mengenai penyakitnya, dia sempat meluncurkan blog dan akun instagram yang bernama The Naked Professor pada tahun lalu. Dia mengatakan kepada presenter acara This Morning, Eamonn Holmes dan Ruth Langsford bahwa berpose telanjang bisa mengatasi kondisinya. Selain hal tersebut dipercaya bisa membantu orang lain yang mengalami hal serupa dengannya.

Ben yang juga menjadi seorang guru meditasi sekaligus pengacara kesehatan mental, berharap dengan memposting beberapa foto tersebut, dia bisa mengungkapkan jati dirinya. Dia juga berharap dapat terbebas dari norma-norma sosial serta bisa hidup leluasa tanpa pembatasan kesesuaian.

Dia menjelaskan pertama kali tidak bisa mencapai orgasme, jenis disfungsi seksual yang disebut anorgasmia, ketika dia masih berusia 18 tahun. Meski demikian, hal tersebut nyatanya tidak mempengaruhi kehidupannya hingga mencapai usia 30-an.

“Pada saat usia saya 20-an, saya sudah sedikit tertawa dengan candaan yang dibuat orang-orang. Mereka menilai saya memiliki stamina untuk terus melanjutkan hidup," papar Ben, sebagaimana dilansir dari Nzherald.

"Tetapi pada saat saya berusia 30 tahun, hal itu telah mempengaruhi beberapa hubungan negatif dan itu adalah sesuatu yang tidak saya inginkan dalam hidup saya lagi,” jelas dia.