Share

Bahaya Minum Smoothies Plasenta, Ini Efeknya!

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 02 April 2018 10:50 WIB
$detail['images_title']
Smoothies Plasenta (Foto: Motherandbaby)

BEBERAPA wanita, memilih untuk mengonsumsi smoothies plasenta setelah melahirkan. Kim Kadarshian pun melakukannya, padahal bahaya yang bakal didapatkan dan para ahli tidak menyarankan.

Beberapa wanita mengaku mendapatkan manfaat luar biasa dari kebiasaan konsumsi minuman ini. Tapi, dari sisi medis apakah ada efek yang berbahaya?

Misalnya wanita merasa tersugesti bebas dari baby blues, meningkatkan produksi ASI dan banyak keuntungan lain yang mereka dapatkan. Beberapa selebriti dunia pun mencobanya, seperti Kim Kadarshian dan January Jones. Tidak hanya smoothies, mereka meminum pil plasenta untuk menghindari baby blues dan membangkitkan energi.

Padahal fungsi plasenta untuk janin bisa memenuhi kebutuhan nutrisi selama di dalam rahim. Selama 9 bulan, bayi harus mendapatkan asupan vitamin, vitamin B6, yang diketahui dapat membantu memerangi depresi.

Kalau dikonsumsi seorang ibu pasti sedikit menjijikkan. Apalagi kalau dijadikan smoothies, yang dicampur dengan buah-buahan. Tetapi wanita mematahkan terjadinya baby blues.

Terlepas dari itu, Ahli Diet dari British Dietetic Association Fiona Ford mengatakan, tidak ada bukti ilmiah sama sekali jika mengonsumsi plasenta bermanfaat, sekalipun bentuknya utuh atau berupa kapsul.

"Tidak ada jaminan bahwa konsumsi plasenta menyehatkan, meskipun jumlahnya banyak. Rasanya memang sama seperti makan daging mentah, tapi bisa menyebabkan keracunan makanan," ujar Fiona, dilansir Motherandbaby, Senin (2/4/2018).

Fiona percaya, efek konsumen plasenta sangat membahayakan kesehatan. Sekalipun, mengandung protein bagi bayi, tapi tidak bermanfaat bagi seorang ibu.

Jika hasilnya bisa meningkatkan produksi ASI atau mengatasi baby blues, itu hanyalah sebuah sugesti. Jangan sekali-sekali menerapkan karena meniru publik figure atau orang lain. 

Sementara itu, sebagai pengganti agar tidak konsumsi plasenta yakni cukup melakukan diet seimbang yang sehat. Setiap hari Anda harus mencukupi kebutuhan protein atau sumber zat besi yang baik.

Lalu, Anda juga harus mendapatkan vitami omega 3, 6 dan 9 juga penting. Karena manfaatnya dapat meningkatkan energi, suasana hati, dan sistem kekebalan tubuh. Anda bisa mengonsumsi kacang, minyak sayur, alpukat, zaitun dan ikan berminyak seperti makarel, salmon, tuna.

Selain diet sehat, Anda juga harus mencukupi kebutuhan tidur. Kalau kurang tidur, dampaknya bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

"Jika Anda pernah menderita depresi di masa lalu, pantau terus untuk gejala yang berulang. Minta kepada teman dan keluarga untuk menghibur dengan cara menyenangkan," tutur Fiona.

(ren)