Share

Pasien Bipolar Punya Kreativitas Tinggi, Ini Penjelasan Para Ahli

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 14:20 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi bipolar (Foto: Shutterstock)

JANGAN heran ketika Anda mendengar pasien bipolar memiliki keistimewaan berlebih dibandingkan manusia lain. Biasanya, kreativitas dan ide mereka sangat luas dan liar.

Tapi, apakah ini memang saling berkaitan atau ada faktor lain yang memengaruhi hal tersebut?

Dijelaskan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, pernyataan ini tidak bisa digeneralisasikan. Namun, yang mungkin bisa diterangkan adalah tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pasien dengan gangguan jiwa khususnya bipolar memiliki kreativitas yang sangat tinggi.

 Baca Juga: Baru Menikah 6 Hari, Suami Bantu Istrinya Menikahi Mantan Pacar, Ini Alasannya yang Bikin Haru

"Tapi, yang menjadi masalah di sini adalah kreativitas mereka yang malah membuat kondisi mereka semakin kurang baik. Sangking out-of-thebox ide mereka, tak jarang dari mereka yang akhirnya hanya menelan mentah-mentah ide itu karena sulit untuk direalisasikan," terang dr Nova yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia cabang Jakarta (PDSKJI Jaya), di Hotel Puri Denpasar Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Mesti digarisbawahi di sini, sambung dr. Nova, mereka yang memiliki kreativitas tinggi, tak terkecuali para seniman, memiliki faktor risiko kemungkinan bunuh diri. Sebab, dengan keistimewaan kreativitas tinggi itu, kecenderungan bipolarnya pun tinggi dan mereka yang mengidap bipolar, kemungkinan bunuh dirinya juga cukup tinggi.

Karena tingginya hayalan mereka, itu yang kemudian membuat imajinasinya terlalu liar dan itu juga yang membuat seseorang bisa berpikiran untuk bunuh diri. Apalagi jika orang tersebut punya bakat untuk bunuh diri.

Salah satu masalah yang mesti diperhatiakn bagi mereka yang bipolar dan memiliki kreativitas tinggi adalah pengendalian diri. Sebab, bukan rahasia umum lagi jika mereka-mereka yang mengidap bipolar biasanya mudah terdistrak atau pikirannya cepat berubah.

"Simplenya gini, sekarang dia bisa mengutarakan ide yang sangat hebat dan berlian. Tapi, coba saja Anda tanya ide itu besok, mungkin saja beberapa dari ide itu hilang begitu saja dari otaknya. Ini bisa terjadi karena mungkin ide tersebut muncul ketika seseorang sedang dalam kondisi "kambuh" dan ketika sadar, dia bakal lupa dengan idenya sendiri," papar dr. Nova.

 (Baca Juga: Dulu Tampil Terbuka, Sekarang 5 Artis Ini Mantap Bercadar)

Masalah lainnya adalah sulitnya berkonsentrasi. Karena gangguan ini, menjadi snagat penting bagi rekan kerja atau keluarga di sekitar pasien untuk selalu mendukungnya. "Bagaimana pun, dukungan dari keluarga atau orang terdekat sangat diperluka bagi mereka yang memiliki bipolar," tambah dr. Nova.

(dno)