Share

Gawat, Ternyata Stres Bisa Menular!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 13:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

ANDA tentu sudah sering mendengar jika stres harus dikelola dengan baik. Alasannya karena bila seseorang yang mengalami stres berlebihan maka ia bisa terkena depresi yang memengaruhi kualitas hidupnya. Akan tetapi, ternyata stres bukan hanya berdampak pada diri sendiri melainkan juga pada orang lain.

Tim peneliti dari Cumming School of Medicine's Hotchkiss Brain Institute (HBI), University of Calgary menemukan fakta jika stres bisa menular melalui interaksi sosial. "Perubahan otak yang terkait dengan stres menyebabkan banyak penyakit jiwa seperti PTSD, gangguan kecemasan, dan depresi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa stres dan emosi bisa menular. Apakah hal itu memiliki konsekuensi selamanya bagi otak yang belum diketahui,” ungkap salah seorang peneliti sekaligus profesor dari Departemen Fisiologi dan Farmakologi, Jaideep Bains, PhD seperti yang dikutip dari Science Daily, Senin (12/3/2018).

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience itu didapatkan setelah peneliti melakukan percobaan pada tikus untuk mempelajari efek stres. Tikus-tikus itu sebelumnya telah terkena stres ringan karena dipisahkan dari pasangannya. Secara bergantian tikus dimasukkan ke tempat yang sama dengan pasangannya. Setelah dilakukan analisis, ternyata pasangan dari tikus-tikus tersebut mengalami aktivasi neuron CRH yang berperan dalam mengendalikan respons otak terhadap stres.

Tim peneliti menemukan bahwa aktivasi neuron CRH menyebabkan pelepasan sinyal kimiawi sehingga membuat stres menjadi menular. Walaupun penelitian ini dilakukan pada tikus, namun tim peneliti yakin jika hal yang sama bisa terjadi pada manusia. "Kita seringkali menceritakan tekanan yang dialami kepada orang lain dengan mudah. Malah terkadang kita menceritakannya tanpa menyadarinya. Penelitian ini membuktikan jika beberapa gejala stres dapat juga terjadi pada keluarga dan kerabat di sekitar orang yang mengalami stres,” jelas Jaideep.

Di sisi lain, Jaideep menjelaskan kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain merupakan bagian penting untuk menciptakan dan membangun ikatan sosial. Penelitian ini juga menunjukkan jika stres dengan interaksi sosial memiliki keterkaitan yang cukup rumit. Konsekuensi dari keterkaitan tersebut dapat berlangsung lama dan memengaruhi perilaku orang lain di masa mendatang.

(hel)