Share

20 Ton Viostin DS Mengandung DNA Babi Dimusnahkan

Vessy Frizona, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 01:02 WIB
$detail['images_title']

MENINDAKLANJUTI keputusan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) terkait produk Viostin DS, PT Pharos Indonesia memusnahkan sebanyak 20 ton produk Viostin DS yang ditarik dari pasar pada Kamis, 8 Februari 2018.

Produk-produk Viostin DS ini berasal dari penarikan di berbagai wilayah Indonesia sejak akhir November 2017.

“Kami menggarisbawahi sikap perusahaan yang kooperatif dan mematuhi keputusan untuk terus berkoordinasi dengan BPOM dalam menangani persoalan ini. Pemusnahan ini juga kami lakukan sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat,” ujar Ida Nurtika, Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia dalam rilis yang diterima Okezone.

Jenis makanan suplemen Viostin DS ini dimusnahkan karena BPOM menyatakan produk yang diproduksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi.

Setelah mendapat informasi dari BPOM bahwa produk Viostin DS di bets tertentu tercemar oleh DNA porcine, mereka segera menarik seluruh produk, menghentikan penjualan, serta menghentikan produksi.

Sebelumnya, Ida pernah menyebutkan bahwa nantinya produk suplemen ini akan diganti bahan bakunya dengan yang aman dan halal, yaitu chondroitin sulfate. Kandungan tersebut diklaim berbahan dasar lemak dan sumsum ayam dan sapi, yang disatukan dalam kemasan suplemen.

(Baca Juga: BPOM Sebut Viostin DS Tidak Konsisten saat Pasarkan Produk)

Ada pun produk yang mengandung DNA babi adalah produk dengan nomor izin edar NIE POM SD.051523771 dengan nomor bets BN C6K994H untuk Viostin DS dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101 untuk Enzyplex tablet. (T.D018).

Pihak PT Pharos juga menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu resah dalam menanggapi isu ini, karena produk Viostin DS sudah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan.

(Baca Juga: Pharos: Viostin DS Tidak Mengandung Babi, tapi Tercemar)


(ful)