Share

Banjir Datang, Menkes Nila Imbau Warga Waspadai Penyakit Kencing Tikus

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 18:25 WIB
$detail['images_title']
Banjir di Kampung Pulo Jakarta (Foto: Taufik/Okezone)

MUSIM hujan semakin parah melanda sebagian kota di Indonesia. Tak pelak, banjir juga mengintai masyarakat yang begitu meresahkan.

Persoalan banjir pasti membuat kesehatan seseorang terganggu. Pemerintah mengimbau kepada masyarakat supaya waspada dengan penyakit yang identik dialami saat banjir.

Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek, SpM(K) mengatakan, ketika banjir datang, wabah penyakit tak dapat dihindari. Masyarakat rentan sekali menderita berbagai penyakit infeksi, yang sesungguhnya dapat dicegah.

"Banjir pasti datang. Lingkungan yang banjir ada tikus di rumah yang juga ikut 'ngungsi'," ujar Menkes Nila lewat siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (8/2/2018).

Ketika rumah dimasuki binatang pengerat nan menjijikkan itu pasti meninggalkan jejak kotor. Tikus bisa kencing di sembarang tempat, yang dapat memicu penyakit berbahaya.

Menkes Nila menambahkan, agar masyarakat bisa berhati-hati dan menjaga perilaku supaya terbebas dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh tikus. Nama penyakit itu tidak lain yakni dikenal dengan sebutan leptospirosis.

Banjir pasti. Kesehatan tuh dihilir. Teori blum namanya, 40 persen krn lingkungan, kesehatan backupnya hanya 20-30 persen termasuk perilaku pegang peran. Kalau Lingkungan banjir, ada tikus di rumah yang juga ikut ngungsi saat banjir.

"Tikus ini kencingnya mengandung virus yang menyebarkan leptospirosis. Hati-hati di sini," imbuhnya.

Menkes Nila menegaskan, selain leptospirosis ada beberapa penyakit infeksi lainnya yang menyerang manusia. Hal itu dikhawatirkan bagi orang yang tinggal di wilayah yang kotor.

"Orang yang rumahnya di lingkungan yang kotor penyakit pasti ada. Diare, leptospirosis, infeksi saluran napas akut, demam dan panas flu yang enggak beres-beres," bebernya.

Terlebih, penyakit tersebut paling rentan dialami oleh orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Mereka yakni golongan orang-orang yang suka terlambat makan, kurang tidur, jarang olahraga dan aktivitas fisik.

"Belum lagi orang yang makan kurang, tidur kurang, jadi kena gangguan paru-paru. Mereka bisa kena bronkitis, akhirnya pneumonia yang berat," tegasnya.

Untuk pencegahan, menurut Menkes Nila, masyarakat yang rumahnya kebanjiran diharapkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Daerah banjir pasti rawan dengan penyakit-penyakit berbahaya, seperti infeksi saluran pernapasan akut yang sering terjadi.

"Laporan penyakit infeksi itu belum ada. Tapi saya yakin, ISPA minimal ada penderitanya," tutup Menkes Nila.

(hel)