Share

Klarifikasi Kandungan Babi pada Viostin DS, PT Pharos Temui Ketua MUI

Vessy Frizona, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 16:08 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Healthable)

PT Pharos Indonesia selaku produsen suplemen Viostin DS, menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin pada hari Senin 5 Februari 2018 malam di kediaman Kyai Ma’ruf, wilayah Koja, Jakarta Utara. Pada pertemuan ini, manajemen PT Pharos Indonesia diwakili oleh Janto Kusmanto (Presiden Direktur), Ida Nurtika (Direktur Komunikasi Perusahaan), juga Andre Arief Lembong yang mewakili keluarga pemilik perusahaan.

Kepada KH Ma’ruf Amin, tim manajemen PT Pharos Indonesia menjelaskan, Viostin DS dibuat dengan menggunakan bahan baku dari sapi dan sama sekali tidak mengandung babi. Bahan baku untuk Viostin DS, yakni Chondroitin Sulfat, dipasok dari pemasok luar negeri yang telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services/HCS (http://www.halalcs.org/). Lembaga ini sendiri telah masuk ke daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri yang diakui oleh MUI.

PT Pharos Indonesia juga menjelaskan, setelah mendapat informasi dari BPOM bahwa produk Viostin DS di bets tertentu tercemar oleh DNA porcine, mereka segera menarik seluruh produk, menghentikan penjualan, serta menghentikan produksi. Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap konsumen.

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan, dirinya juga terus mengikuti perkembangan isu ini dan telah mendengar informasi dari berbagai pihak. Menurutnya, PT Pharos Indonesia sebagai produsen Viostin DS telah mengambil langkah yang tepat dalam mengatasi isu ini.

“Saya rasa apa yang dilakukan PT Pharos Indonesia untuk menarik seluruh produk Viostin DS dari pasar sudah benar dan kami mengapresiasi langkah yang diambil,” ujarnya dalam rilis yang diterima Okezone.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu resah dalam menanggapi isu ini, karena produk Viostin DS memang tidak menggunakan bahan baku dari babi. Beliau menyampaikan kewenangan halal dan haram menjadi otoritas MUI, dan menyarankan produsen agar melakukan uji kembali bahan baku bets tertentu tersebut di LPPOM MUI.

Sebelumnya, BPOM menyatakan suplemen makanan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi.

Yang mengandung DNA babi adalah produk dengan nomor izin edar NIE POM SD.051523771 dengan nomor bets BN C6K994H untuk Viostin DS dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101 untuk Enzyplex tablet. (T.D018)

(hel)