Share

Yuk Deteksi Dini Kanker dengan Rumus CERDIK

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 18:05 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Shutterstock)

MASYARAKAT diminta untuk melakukan deteksi dini kanker dengan cara memeriksakan diri ke rumah sakit sehingga nantinya lebih mudah ditangani dan peluang sembuh juga semakin besar.

Kepala Unit Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan dr Edison SpKN(K) MKes mengatakan, kanker sendiri sebenarnya bisa dideteksi secara dini, supaya bisa dilakukan tindakan pengobatan lebih awal sebelum menjadi parah.

"Salah satunya melalui pemeriksaan dengan teknologi kedokteran nuklir," kata lulusan Kedokteran Nuklir Universitas Padjajaran itu.

Kanker menjadi salah satu jenis penyakit tidak menular utama menurut World Health Organization (WHO) bersama penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung koroner dan stroke, penyakit pernafasan kronis seperti asma dan penyakit paru obstruksi kronis, serta diabetes.

Begitu pula di Indonesia, yang estimasi jumlah penderita kanker mencapai 347.792 jiwa menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 dan jumlah itu pun kemungkinan besar terus meningkat setiap tahunnya.

"Itu artinya kita semua harus selalu waspada akan kanker dan harus bisa mendeteksinya secara dini agar penanganannya nantinya lebih mudah," katanya.

Terlepas dari perkembangan ilmu kedokteran yang semakin hari semakin canggih, langkah pencegahan tetap jadi upaya paling tepat dalam mengatasi kanker.

Kementerian Kesehatan RI sendiri sudah menggalakkan perilaku CERDIK, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Dalam rangka Hari Kanker Sedunia, RSUP HAM juga ikut menyosialisasikan perilaku CERDIK untuk pencegahan kanker kepada pasien dan keluarga pasien dalam penyuluhan kesehatan di area ruang tunggu Instalasi Rawat Jalan RSUP HAM.

Selain itu, Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan juga sudah melayani pemeriksaan kanker melalui teknik kedokteran nuklir dan menjadi satu-satunya rumah sakit di Sumatera Utara yang memiliki fasilitas modern tersebut.

(Baca Juga: 5 Makanan yang Dipercaya Dapat Mencegah Kanker)

Kepala Unit Kedokteran Nuklir RSUP Haji Adam Malik Medan dr Edison SpKN (K) MKes mengatakan, rumah sakit dibawah naungan Kemenkes tersebut sudah melayani pemeriksaan kanker melalui kedokteran nuklir tersebut sejak tahun 2013.

"Kedokteran nuklir RSUP Adam Malik masih satu-satunya di Sumatera Utara. Di Sumatera juga termasuk satu-satunya. Sekarang kita diagnostik, bisa pemeriksaan, bisa deteksi. Kita ada keunggulan bisa deteksi awal. Misal, kalau kasus-kasus kanker, bisa deteksi dini," katanya.

(Baca Juga: Benarkah Radiasi Ponsel Bisa Picu Kanker?)

Selama lima tahun sejak dibuka pada 2013, pelayanan kedokteran nuklir di RSUP Adam Malik sudah menerima sebanyak 1.353 pasien dan dari jumlah tersebut paling banyak adalah kasus kanker, terutama kanker payudara.

"Biasanya kanker paling banyak, untuk deteksi penentuan stadium, supaya bisa diobati. Paling banyak kanker payudara, tapi semua jenis kanker bisa. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum dokter memutuskan langkah pengobatan atau tindakan yang tepat," katanya.

Ia mengatakan, pemeriksaan melalui kedokteran nuklir bukan hanya bisa digunakan pemeriksaan kanker, namun ternyata juga bisa dilakukan pada jenis penyakit lainnya.

Dalam satu hari, pihaknya menerima sekitar lima sampai enam pasien, dengan lama pemeriksaan mencapai 60 menit hingga 90 menit. "Kita juga bisa pemeriksaan jantung, biasanya pasien yang mau kateterisasi atau mau pasang balon. Lainnya, kita juga bisa mendeteksi kelainan ginjal, kita bisa melihat fungsi masing-masing kanan dan kiri," kata lulusan Kedokteran Nuklir Universitas Padjajaran itu.

1
2