Share

Sering Mimpi Buruk? Begini Tips Mengatasinya agar Tidur Lebih Nyenyak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Januari 2018 09:24 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Prevention)

BELAKANGAN ini sering dilanda kegelisahan karena mimpi buruk yang terus hadir di tidur Anda? Terganggu? Jika sampai memengaruhi kehidupan Anda sehari-hari, pastikan dapat penanganan lebih lanjut.

Pasalnya, banyak referensi media menjelaskan bahwa mimpi buruk yang memengaruhi aktivitas keseharian, bisa membahayakan fungsi otak Anda. Salah satu dampaknya misalnya kegelisahan terus menerus, tidak merasa tenang dan damai, atau merasa dihantui sesuatu yang sebetulnya itu hanya ada di pikiran Anda.

Namun, di lain sisi, percaya atau tidak, sebenarnya ada beberapa penelitian dan spekulasi bahwa mimpi buruk sebenarnya positif bagi jiwa. Mimpi buruk tampaknya dapat meningkatkan atau menandakan kreativitas, dan mereka juga dianggap sebagai cara yang berdampak rendah untuk mengatasi tekanan psikologis, terutama jika mereka terhubung dengan peristiwa stres atau traumatis yang relatif terjadi setelah kejadian tersebut.

Tapi jika mimpi buruk berlangsung terlalu lama, atau terlalu sering terjadi, saat itulah hal itu bisa benar-benar mengganggu kesehatan emosional dan mental Anda.

Setelah sekitar satu bulan mengalami mimpi buruk konsisten setelah peristiwa yang sulit atau stresor, saat itulah segala sesuatunya dapat mulai menimbulkan masalah bagi kesejahteraan Anda.

Seperti yang dijelaskan Anne Germain, direktur Pusat Tidur dan Chronobiologi di University of Pittsburgh, mengatakan kepada CNN. Dilansir dari Elite Daily, Senin (22/1/2018), Anne berpikir bahwa mimpi buruk sangat umum terjadi sehingga mereka memiliki potensi menyebabkan stres.

Tapi Germain menambahkan bahwa ada tangkapan besar untuk hal ini dan jika mimpi buruk itu terjadi lebih dari sebulan sekali atau dua kali, itu baru dikategorikan menggangu.

Ada banyak data yang mendukung gagasan bahwa mimpi buruk yang menjadi kronis sangat merugikan kesehatan mental seseorang. Salah satu dampak yang paling nyata dari mimpi buruk adalah tidur yang terganggu.

Penelitian lain mengenai subjek ini menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki mimpi buruk kronis secara signifikan lebih cemas berjam-jam dan menyebabkan mereka kurang tidur.

Sebagai contoh, sebuah penelitian di Australia pada 2009 yang dipublikasikan di jurnal Dreaming melihat lebih dari 600 individu usia sekolah menengah atas yang menggambarkan kehidupan dan pengalaman mereka dengan mimpi buruk selama setahun, dan juga memberi para peneliti informasi tentang stres sehari-hari mereka.

Tujuan penelitian ini sendiri adalah untuk melihat apakah mimpi buruk peserta penelitian memiliki hubungan dengan pengalaman sehari-hari mereka dengan stres, dan lebih khusus lagi, jika mimpi buruk membantu mereka memproses atau meminimalkan kecemasan mereka.

Menurut Scientific American, temuan tersebut menunjukkan bahwa mereka yang dalam penelitian mengalami mimpi yang mengganggu atau menyusahkan secara teratur terbukti mengalami kecemasan internal yang jauh lebih banyak daripada mereka yang mengalami peristiwa sulit dalam kehidupan nyata, seperti orang tua mereka yang bercerai.

Studi tersebut juga menemukan bahwa memiliki mimpi buruk reguler tidak sedikit pun menyebabkan ketegangan atau kegelisahan, namun lebih banyak stres yang terjadi sehari-hari.

Pertanyaan penting yang tersisa, bagaimanapun, adalah jika ada sesuatu yang mendasari terjadinya masalah mental ini seperti gejolak emosional atau kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya atau jika mimpi buruk itu sendiri adalah penyebab utama kegelisahan, dan akhirnya mengulangi hasilnya sebagai hasilnya.

Jadi, setelah mengatakan semua itu, apa yang harus Anda lakukan persis jika Anda mengalami mimpi buruk kronis ini?

Hal pertama yang Anda bisa lakukan adalah mengenali sumber mimpi buruk. Pikirkan hal baru yang sedang Anda makan, nonton, atau lakukan sebelum tidur di malam hari yang mungkin secara tidak langsung memengaruhi mimpi Anda.

Mimpi buruk juga bisa menjadi hasil dari sesuatu yang khusus dan mudah untuk ditunjukkan juga, seperti perpisahan. Jika itu yang terjadi pada Anda, pertimbangkan beberapa mekanisme penanganan yang baik yang dapat Anda coba, seperti menemui terapis, meluangkan beberapa waktu membaca jurnal sebelum tidur, atau berbicara dengan seorang teman tepercaya tentang apa yang sedang Anda hadapi.

Ada cara lain?

Strategi lain yang mungkin bisa mengatasi mimpi buruk, menurut psikolog klinis di Doctor On Demand Dr. John Mayer adalah salah satunya dengan mencoba dan memastikan waktu antara dunia nyata dan dunia mimpi Anda bertemu. Di momen itu, usahakan untuk membayangkan sesuatu yang benar-benar indah. Hal ini dipercaya bisa membuat Anda merasa sangat baik dan lebih baik.

Pendekatan yang lebih langsung untuk menaklukkan mimpi buruk kronis, Dr. Mayer melanjutkan, adalah memainkan mimpi buruk dengan akhir yang berbeda dan cenderung baik, di mana Anda akhirnya menang. Ini diperlukan keahlian khusus, karena Anda diminta untuk mengatur mimpi Anda sendiri.

Ingat, jika Anda secara konsisten diganggu oleh mimpi buruk, Anda tidak sendirian dalam mengatasi masalah ini. Yang mesti Anda camkan adalah jangan pernah takut untuk menghubungi seorang teman atau dokter yang tepercaya untuk mendapatkan bantuan untuk mengetahui apa yang sebetulnya terjadi dengan Anda. It's worth it untuk istirahat di malam hari dengan kualitas mimpi yang baik dan ketenangan pikiran.

(hel)