Share

Hati-Hati, Kaum Milenial Perfeksionis Berisiko Alami Gangguan Mental

Maharani Putri Sabillah, Jurnalis · Selasa 09 Januari 2018 10:57 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Hindustantimes)

DI zaman milenium ini, keinginan untuk menjadi sempurna, terlebih dalam aspek penampilan telah meningkat secara signifikan dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya. Hal itu dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat yang selalu mengikuti trend mode.

Namun, sebuah riset menunjukkan bahwa rasa perfeksionisme yang hadir pada masyarakat generasi sekarang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. riset ini dilakukan oleh Thomas Curran dari University of Bath di Inggris mengenai perbedaan generasi kelompok dalam perfeksionisme.

Periset mendefinisikan perfeksionisme sebagai keinginan irasional yang musti dicapai bersamaan dengan mengkritik diri sendiri dan orang lain. Mereka menganalisis data dari 41.641 mahasiswa yang berasal dari beberapa negara dari 146 sampel antara tahun 1980 sampai 2016.

Mereka mengukur tiga jenis perfeksionisme. Pertama, berorientasi pada diri sendiri untuk menjadi sempurna. Kedua, berorientasi secara sosial untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Dan ketiga, berorientasi pada orang lain yang menempatkan standar tidak realistis.

Setelah dilihat hasilnya, peneliti menemukan bahwa generasi mahasiswa yang lebih baru memiliki tingkat perfeksionisme yang lebih tinggi daripada generasi sebelumnya. Secara khusus, antara 1989 dan 2016, tingkat kesempurnaan yang berorientasi pada diri sendiri meningkat sebesar 10 persen, secara sosial meningkat sebesar 33 persen, dan yang menerapkan standar tidak realistis kepada orang lain meningkat sebesar 16 persen. Kenaikan tersebut, menurut Curran, didorong oleh sejumlah faktor.

Salah satu faktor yang memengaruhi ialah hadirnya media sosial yang digunakan sebagai ajang untuk menyempurnakan diri, yang membuat mereka selalu ingin lebih unggul dibandingkan dengan orang lain.

Selain masalah penampilan, aspek pendidikan juga demikian. Mahasiswa zaman sekarang juga menerapkan perfeksionisme kepada pendidikannya. Contohnya menurut Curran ialah banyak mahasiswa yang menyempurnakan nilai mereka untuk dibandingkan dengan teman sebayanya.

Contoh-contoh tersebut mewakili bahwa adanya peningkatan perfeksionisme di kalangan milenium, yang mengakibatkan sesama mahasiswa saling bersaing demi meningkatkan jenjang dari segala aspek, baik sosial, ekonomi maupun pendidikan.

“Perfeksionisme menjadi sebuah kebutuhan yang kuat bagi kaum muda untuk berusaha dalam mencapai kehidupan modern,” kata Curran, seperti dilansir dari Hindustantimes, Selasa (9/1/2018).

Akan tetapi, jika perfeksionisme selalu meningkat, sementara beberapa orang tidak bisa memenuhi tingkatan tersebut, peneliti mengungkap bahwa sebagian orang itu tidak menutup kemungkinan akan mengalami penurunan kesehatan mental. Dampaknya bisa mengalami depresi atau bahkan bunuh diri.

(hel)