Share

Cerita Sandra Dewi di Masa Kehamilan yang Sering Lupa Hari dan Waktu

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Rabu 29 November 2017 19:10 WIB
$detail['images_title']
Sandra Dewi (Foto: Instagram)

KEHAMILAN merupakan momen paling membahagiakan bagi setiap ibu di dunia. Apalagi bila kehamilan tersebut merupakan yang pertama kali dialami oleh seorang ibu.

Sama halnya seperti yang kini tengah dialami oleh aktris Sandra Dewi. Dalam acara peluncuran aplikasi Teman Bumil, Sandra Dewi pun berbagi pengalaman mengenai masa-masa kehamilannya.

BACA JUGA:

"Setiap trimester berbeda-beda, kalau trimester pertama aku mual dan muntah. Waktu itu aku lagi kerja naik kereta dan ke air terjun, saat syuting aku enggak mual dan muntah. Tapi, begitu sampai hotel aku mual dan muntah, kalau ketemu orang pun enggak (mual dan muntah-red). Dalam sehari aku muntah 15 kali," tutur Sandra Dewi dalam jumpa pers di Ballroom Grand Hyatt, Rabu (29/11/2017).

Tak hanya itu, selama hamil Sandra mengaku otaknya seolah tidak bisa berpikir secara maksimal seperti sebelum hamil. Bahkan, ia bisa sampai lupa hari dan jam.

"Rasanya otak enggak selincah sebelum hamil. Aku bisa salah hari dan jam," ujarnya seraya tertawa.

Mengandung buah hati pertama tentu merupakan berkat tersendiri bagi Sandra Dewi. Kendati demikian, hal tersebut tak terlepas dari kekhawatiran dan beragam mitos yang muncul.

"Hamil anak pertama sudah pasti ingin banyak tahu. Ketika hamil kan terkadang merasa panik atau bingung. Jadi, perlu banyak membaca. Nah, kalau aku download aplikasi untuk menjawab semua keingintahuan aku seputar hamil karena banyak tipsnya juga," papar istri Harvey Moeis itu.

"Memang mitos tentang ibu hamil banyak, dari A-Z keluar. Tapi, saya hanya percaya dokter dan informasi yang akurat. Aku sudah tahu jenis kelamin anak dari dokter di usia kehamilan 3-4 bulan, tapi mitos yang beredar katanya enggak boleh belanja sebelum usia hamil 7 bulan, padahal kan ingin nyicil," lanjut wanita yang kini usia kehamilannya memasuki 36 minggu.

Melalui aplikasi ibu hamil Sandra bisa mengetahui perkembangan bentuk janin. Hampir setiap hari, wanita berambut panjang itu selalu mengecek bentuk perkembangan sang buah hati.

"Setiap hari aku selalu cek sudah sebesar apa bayinya, karena melalui aplikasi kan terlihat perubahannya. Misalnya, pas bulan ketujuh posisi bayinya terbalik. Lalu, di trimester akhir ternyata kandungannya sudah semakin di posisi bawah. Aku suka dengan fitur janin karena melihat bagaimana titik hitam yang kecil itu semakin besar dan lahir menjadi manusia," kata Sandra.

BACA JUGA:

Beruntung, selama masa kehamilan, Sandra selalu mendapat dukungan penuh dari sang suami dan keluarga. Sang suami, Harvey Moeis, misalnya kerap membuatkan Sandra minuman hangat yang terbuat dari campuran lemon dan madu.

(dno)