Share

Memicu Pembakaran Energi di Sel Lemak, Kayu Manis Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 17:15 WIB
$detail['images_title']
Kayu manis (Foto: Nydailynews)

KAYU manis adalah jenis rempah-rempah yang sering ditambahkan pada masakan agar cita rasa semakin nikmat. Dibalik fungsinya sebagai bumbu penyedap, ternyata kayu manis bisa juga dimanfaatkan untuk menurunkan berita bagus.

Tentu ini kabar baik bagi Anda yang sedang dalam proses penurunan berat badan. Sebab biasanya mereka yang sedang dalam proses tersebut akan memilah-milah makanan yang hendak dikonsumsi.

Kayu manis mengandung senyawa organik cinnamaldehyde yang memberi rasa dan aroma pada kayu manis. Menurut peneliti dari University of Michigan Life Sciences Institute, senyawa ini memiliki kekuatan untuk membantu mengurangi obesitas karena membakar energi di sel lemak. Hasil ini didapatkan setelah tim peneliti yang dipimpin oleh Jun Wu bereksperimen pada sel lemak manusia yang disebut adiposit.

Penelitian sebelumnya memang mengungkapkan bahwa senyawa itu bisa menurunkan berat badan pada tikus. Tapi ternyata, saat dilakukan uji coba pada adiposit, cinnamaldehyde menjalankan proses thermogenesis yaitu proses pembakaran energi di sel-sel manusia.

Menurut peneliti, sebenarnya sejak dahulu kala penyimpanan lemak di adiposit sudah digunakan oleh nenek moyang sebagai sumber energi. Hal itu lantaran mereka memiliki akses yang lebih sedikit ke makanan berlemak tinggi sehingga jumlah lemak yang didapatkan tubuh lebih sedikit. Padahal lemak bisa dijadikan sumber energi mengingat orang zaman dahulu membutuhkan banyak energi untuk melakukan aktivitas.

Namun belakangan ini, kelebihan kalori dari konsumsi lemak menjadi masalah. Alasannya adalah sekarang banyak orang yang melakukan gaya hidup sedentary atau tidak banyak bergerak. Akibatnya kalori menumpuk menjadi sel lemak yang bisa mengakibatkan obesitas.

“Sekarang ini kelebihan kalori menjadi masalah. Dengan kurangnya aktivitas, otomatis proses pembakaran energi di dalam tubuh terhenti,” ungkap Jun Wu seperti yang dikutip dari Daily News, Jumat (24/11/2017).

Dijelaskan oleh Jun Wu, cinnamaldehyde bisa menjadi pemicu alami proses pembakaran lemak saat aktivitas tidak terjadi. Dengan begitu, senyawa ini bisa digunakan sebagai pengganti rejimen obat tradisional. Maka tak heran bila sekarang banyak orang yang senang mengonsumsi permen karet, es krim, permen, dan minuman yang mengandung kayu manis untuk menurunkan berat badan. Meski begitu, menurut Jun Wu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat manfaat dan efek samping dari konsumsi makanan tersebut.

(hel)