Share

Ini Penjelasannya Mengapa Mimpi Sulit Diingat ketika Bangun

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 10 Oktober 2017 09:29 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Tidur (Foto: Dailymail)

SETIAP manusia pasti pernah mengalami mimpi ketika tidur. Namun, ketika bangun dari tidur, kita seringkali dan bahkan tidak pernah mengingat mimpi yang dialami semalam, meski kita ingat pernah bermimpi.

Lupanya manusia akan peristiwa yang ia alami ketika bermimpi, ternyata tidak hanya dialami oleh satu-dua orang saja, namun hal ini juga terjadi pada banyak manusia, sehingga Anda tidak perlu merasa sendiri. Bahkan, media pun mengakuinya dan memiliki beberapa penjelasannya.

Melansir dari Scientific American, Selasa (10/10/2017), otak manusia lebih baik dalam mengindentifikasi warna daripada suara, kemampuan untuk mengidentifikasi frekuensi cahaya yang tepat terkait dengan warna yang sebenarnya lebih baik daripada kemampuan kita untuk memberi nama nada. Persepsi manusia tentang cahaya tergantung pada konteksnya.

Baca Juga: 2 Hari Lagi, Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2017 Digelar!

Contohnya saja, ketika Anda pergi ke toko cat dan memilih warna putih, namun saat tiba di rumah justru yang Anda bawa adalah warna merah muda. Hal ini terjadi karena cahaya yang ada di sekitar toko cat berbeda dari rumah Anda.

Banyak orang yang merasa mereka lebih mahir dalam mengidentifikasikan warna, karena warna yang mereka kenal pada sebuah objek tertentu tidak berubah. Sebaliknya, ketika mendengar dan mengidentifikasi suara, manusia pun memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membedakan jenis suara yang berbeda. Misalnya, manusia dapat membedakan suara wanita dan pria walaupun dengan mata yang tertutup.

Baca Juga: Viral! Tato Menteri Susi Disukai John Kerry, Begini Bentuknya

Namun, jika demikian, mengapa mimpi bisa hilang dalam ingatan setelah terbangun? Ternyata, hal ini bisa terjadi karena kondisi neurokimia di otak yang terjadi saat tidur. Saat manusia bermimpi ketika tidur, hormone norepinephrine terhenti produksinya.

Padahal, hormone norepinephrine adalah hormone yang terdapat pada korteks cerebral, yang berfungsi mengelola memori, pikiran, bahasa dan kesadaran seseorang. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Ernest Hartmann, seorang professor psikiatris dari Tufts Universuty School of Medicine.

Sementara, jurnal American Journal of Psychiatry yang diterbitkan pada 2002 juga mendukung teori yang menyatakan hormone norepinephrine meningkatkan daya ingat manusia dan kekurangan norepinephrine dapat membuat manusia lupa akan mimpi-mimpinya ketika tidur.

Namun, tidak semua mimpi akan dilupakan. Pasalnya, mimpi-mimpi yang sangat indah atau aneh, akan lebih menarik perhatian dan aktifitas Korteks Prefrontal Dorsolateral, sebuah area otak yang memfasilitasi memori atau ingatan manusia, jadi mimpi akan diingat. Sederhananya, semakin mengesankan mimpi tersebut, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk mengingatnya.

(hel)