Share

Ternyata Bos Playboy Hugh Hefner Punya Masalah Pendengaran, Gara-Gara Konsumsi Viagra?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 September 2017 09:14 WIB
$detail['images_title']
Hugh Hefner (Foto: Youredm)

MENINGGALNYA bos besar Playboy cukup menjadi pembicaraan dunia. Pasalnya, pria bernama Hugh Hefner itu meninggal di usia 91 tahun. Tak hanya usianya yang panjang yang jadi sorotan, masalah kesehatan dia pun menjadi viral setelah kematiannya kemarin, Kamis 28 September 2017.

Salah satu masalah kesehatan yang diderita Hefner adalah gangguan pendengaran. Nah, yang menjadi menarik di sini adalah masalah tersebut muncul karena Hugh terlalu banyak mengonsumsi pil biru atau Viagra.

Seperti yang diceritakan saudari kembar mantan kekasih Hugh, Karissa dan Kristina Shannon, Hugh hanya memiliki satu telinga yang berfungsi dengan baik. Sementara itu, satu telinga lainnya tuli akibat efek samping terlalu banyak mengonsumsi pil biru atau obat perangsang. Ya, itu pun dilakukan Hugh agar dirinya bisa bertahan di kehidupan seksualnya di Playboy Mansion.

’’Anda harus berbicara dengan keras di telinganya supaya perkataan Anda bisa terdengar. Salah satu kalimat yang masih saya ingat adalah Hugh lebih baik kehilangan pendengarannya disbanding harus menahan diri untuk bercinta,’’ ungkap Karissa kepada The Sun, dikutip dari Independent, Jumat (29/9/2017).

(Foto: Shutterstock)

Karissa juga meceritakan bahwa Hugh menggunakan alat bantu dengar di telinganya. Hugh pun pernah mengaku menggunakan pil biru secara rutin. Sayangnya, dia tidak memberikan pernyataan yang menyebut masalah gangguan pendengaran.

"Saya bercinta beberapa kali dalam seminggu dan saya mengonsumsi viagra sebelum itu. Menurut saya di usia 84 tahun viagra cukup membantu," ujar Hugh dalam wawancaranya dengan New York Times beberapa tahun lalu.

Sementara itu, dilansir dari Daily Mail, kenapa Viagra dapat menyebabkan masalah pendengaran, itu karena adanya efek samping masalah tinnitus, yang mana itu merupakan gangguan pendengaran. Tinnitus sendiri merupakan gejala penyakit seperti cedera telinga, gangguan pendengaran terkait usia, dan gangguan system peredaran darah.

Lebih lanjut, FDA memeringatkan bahwa dalam sepertiga kasus yang diperiksa lembaga tersebut, mengeluarkan sebuah pernyataan di mana gangguan pendengaran yang disebabkan Viagra bersifat sementara. Namun, efeknya bisa terus terjadi selama Anda rutin mengonsumsi obat tersebut.

Ditegaskan kembali, ternyata usia tidak menentukan masalah pendengaran. Jika Anda mengonsumsi Viagra, gangguan pendengaran memang akan datang sebagai bentuk efek samping. Terkait dengan alasan pasti kenapa hal itu terjadi, FDA tidak punya alasan tersebut. Namun, yang perlu diingat, ketika Anda mengonsumsi pil biru, maka aliran darah pun menjadi kuat ke telinga.

Perlu Anda ketahui, ternyata tidak hanya gangguan pendengaran saja yang bisa terjadi jika Anda rutin mengonsumsi Viagra. Masalah lain yang mungkin terjadi adalah gangguan penglihatan, gangguan pencernaan, hidung meler, kepekaan terhadap cahaya meningkat, sakit kepala, dan pusing tak berkesudahan.

(hel)