Share

Hamil di Usia 20 Tahun Seperti Kylie Jenner, Ketahui Risikonya dari Kesehatan hingga Psikologis

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 26 September 2017 17:52 WIB
$detail['images_title']
Risiko hamil pada usia muda (Foto:Netdoctor)

KABAR kehamilan Kylie Jenner baru-baru ini menjadi perbincangan publik. Usianya yang masih muda, yakni 20 tahun adalah salah satu hal yang membuat publik menanyakan keputusan Kylie ingin memiliki anak di usia tersebut.

Para ahli berpendapat bahwa tidak ada waktu yang tepat untuk memiliki anak dan membangun sebuah keluarga. Namun untuk perempuan yang hamil di usia 20-an awal, ada keuntungan dan risiko yang akan dihadapi.

Salah satu keuntungannya adalah Anda memiliki cukup banyak energi untuk merawat anak. Namun ada pula beberapa risiko kesehatan yang mungkin akan Anda hadapi. Simak ulasannya seperti dilansir dari Parenting, Selasa (26/9/2017):

BACA JUGA:

Gelisah Susah Tidur Setiap Malam, Lakukan 8 Trik Ini Bantu Anda Cepat Terlelap

Awas! Tak Cuma Makanan, Olahraga Juga Bisa Sebabkan Alergi

Hipertensi ringan dan diabetes gestasional

Rata-rata perempuan yang berusia antara 20 – 24 tahun memiliki 20% kesempatan setiap bulan untuk hamil saat berhubungan seks tanpa kondom. Saat hamil, tekanan darah Anda harus diperiksa pada setiap pengamatan prenatal.

Perempuan hamil di usia 20-an memiliki risiko hipertensi ringan selama kehamilan. Namun menurut penelitian terbaru, perempuan yang hamil di usia 20 tahun memiliki sekira setengah risiko diabetes gestasional dari yang biasa terjadi pada perempuan yang hamil di usia 40-an.

Emosional

Perempuan yang hamil di usia 20 juga rentan terhadap perubahan emosional. Perasaan seseorang tentang kehamilan sangat bergantung pada hal-hal lain dalam hidupnya. Namun beberapa perempuan yang menunda karier untuk memiliki bayi akan merasa kesal pada awalnya, menurut seorang psikoterapi di Woodland Hills, California, Diane Ross Glazer, Ph.D.

“Kekhawatiran lain adalah gambaran tubuh, yang merupakan masalah lebih besar bagi kebanyakan wanita berusia 20-an daripada mereka yang lebih tua. Selain itu, seorang perempuan di usia ini cenderung lebih fokus pada pernikahannya daripada pada bagian lain kehidupannya, seperti pekerjaannya. Dan menambahkan orang ketiga dalam hubungan mungkin sulit,” ujar Glazer.

Wah, Keputusan Angelina Jolie Operasi Angkat Payudara Ternyata Menginspirasi Wanita di...

Wah, Keputusan Angelina Jolie Operasi Angkat Payudara Ternyata Menginspirasi Wanita di...

Risiko pada bayi

Selain menimbulkan risiko pada sang ibu, bayi juga dapat mengalami risiko. Tingkat keguguran terendah pada perempuan yang hamil di usia 20-an adalah sekira 9,5%. Hal ini dikarenakan sel telur di usia tersebut masih tergolong muda.

Selain risiko keguguran, kemungkinan besar bayi dapat memiliki cacat lahir seperti Down Syndrome (terjadi dalam 1 dari 1.667 kelahiran di usia 20) atau kelainan kromosom (terjadi pada 1 dari 426 perempuan berusia 20). Karena itu, jika hamil di usia awal 20-an sebaiknya Anda rutin melakukan tes screening untuk melihat keadaan janin apakah memiliki cacat lahir atau tidak.

(ndr)