Share

IDUL ADHA 2017: Patahkan Mitos Daging Kambing, Jangan Ragu Mengonsumsinya dalam Batas Wajar

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 01 September 2017 20:17 WIB
$detail['images_title']
Sate kambing (Foto: Taste)

DAGING kambing menjadi salah satu makanan yang dianggap dapat memicu kolesterol. Padahal itu tergolong mitos yang sering beredar di kalangan masyarakat.

Disebutkan para ahli, nutrisi daging kambing dianggap lebih baik dan sehat daripada daging merah. Daging yang identik dipotong saat Idul Adha ini mengandung tinggi zat besi, terutama untuk mencegah anemia pada kaum perempuan.

(Baca Juga: IDUL ADHA 2017: Tak Hanya Dapat Pahala, Puasa Arafah Bantu Bakar Lemak hingga Cegah Kegemukan)

Anda jangan mempercayai mitos seputar daging kambing yang besok akan Anda konsumsi hingga beberapa minggu ke depan. Simak ulasannya berikut yang dirangkum Okezone, Jumat (1/9/2017).

Pasien kanker tidak boleh makan daging kambing

Siapa bilang pasien kanker tidak boleh makan daging kambing karena dipercaya dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Wicaksono Sudoyo SpPD-KHOM mengatakan, pasien kanker tidak dilarang untuk makan daging kambing walau sedikit. Karena pada dasarnya nafsu makan mereka menurun, sehingga untuk memilih makanan ini saja tidak mungkin banyak.

"Saya tidak melarang pasien kanker untuk makan daging kambing. Porsi harus pas, jangan berlebihan," kata Prof Aru.

(Baca Juga: IDUL ADHA 2017: Biar Tubuh Fit saat Jalani Puasa Arafah, Ingat dan Lakukan Tips Ini!)

Pasien jantung tidak boleh makan daging kambing

Pasien jantung juga percaya kalau dirinya tak boleh makan daging kambing karena bisa meninggikan tekanan darah dan kolesterol. Padahal sah saja jika mereka makan daging kambing. Tetapi cara mengolahnya harus Anda perhatikan supaya tidak membahayakan diri.

(Baca Juga: Menggemaskan! Begini Kalau Kucing Sedang Yoga, Rasanya Ingin Mengelus-elus)

Calon ibu hamil harus hindari daging kambing

Bagi wanita yang sedang menjalani program kehamilan dianjurkan until tidak makan daging kambing. Itu cuma mitos ya Ladies! Tahukah Anda, kandungan zat besi dari daging kambing sangat melimpah. Anda wajib mengonsumsinya supaya terhindar dari risiko anemia.

(Baca Juga: Tak Perlu Mouthwash, Kumur-Kumur Rebusan Air Kayu Manis Usir Bau Mulut Secara Alami)

Daging kambing picu lonjakan kolesterol

Catat ya! Daging kambing bukan golongan daging merah dengan jumlah kolesterol tinggi. Daging kambing khasiatnya lebih banyak dan jika dikonsumsi oleh orang normal, Anda tidak bakal mengalami lonjakan kolesterol. Namun, berbeda halnya dengan orang beriwayat kolesterol. Anda harus menghindarinya, supaya tak memicu gangguan pembuluh darah lebih lanjut.

"Orang kalau kolesterolnya normal, makan daging sebanyak apapun today membuat angkanya naik. Kecuali kalau orang yang sudah kena kolesterol, makan daging kambing sedikit rentan bagi dirinya," ujar Spesialis Bedah Jantung dr Royman CP Simanjutak SpBTKV dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, saat ditemui Okezone.

(hel)