Share

Muncul Anggapan Imunisasi Itu Haram, Apa Kata Menkes Nila?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 13:53 WIB
$detail['images_title']
Imunisasi MR penting untuk mencegah campak dan rubella (Foto: Tiara/Okezone)

ANGKA penyakit campak dan Rubella di Indonesia masih tergolong tinggi. Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mencanangkan program imunisasi Measles-Rubella (MR) di bulan Agustus-September 2017. Kegiatan ini mulai dilakukan serentak di sekolah-sekolah yang ada di Pulau Jawa.

Pemerintah menargetkan setidaknya 65 juta anak Indonesia menerima imunisasi ini dalam waktu 2 tahun. Tapi sayangnya, walaupun pemerintah sudah berusaha mengampanyekan pentingnya imunisasi MR melalui leaflet, banner, atau media massa, masih ada sekolah yang menolak pelaksanaan imunisasi MR. Di bulan Agustus ini, imunisasi memang mulai diberikan pada tingkat pendidikan SD dan SMP. (Baca Juga: Cegah Cacat Kelainan Bawaan Akibat Rubella, Menkes Imbau untuk Lakukan Imunisasi MR)

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyayangkan sikap orangtua yang tidak mau memproteksi anaknya dari penyakit. "Imunisasi itu (langkah) untuk melindungi dan menyayangi anak-anak. Saya rasa apabila orangtua tidak ingin memproteksi anak-anaknya itu tidak benar," ujar Menkes Nila ketika meninjau pelaksanaan imunisasi MR di SMP Negeri 103 Jakarta, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu 2 Agustus 2017.

Lebih lanjut Menkes Nila mengatakan anggapan bahwa imunisasi haram itu salah. Imunisasi MR terbuat dari telur dan sel yang ada di dalam tubuh manusia. (Baca Juga: 4 Sekolah Tolak Imunisasi Measles Rubella, Dalilnya Bahan yang Digunakan Haram)

"Kalau orangtua melarang anak-anaknya menerima imunisasi, itu sama saja membiarkan anak-anak mereka terkena penyakit yang efeknya luar biasa. Bayangkan berapa banyak kerugian yang harus ditanggung. Lebih baik bila ada yang tidak mengerti langsung tanya, jangan one way," tutur Menkes Nila. (Baca Juga: Cegah Campak dan Rubella, Ayo Bawa Anak Suntik Vaksin MR Agustus Nanti, Gratis!)

(Foto: Tiara/Okezone)

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, ada sejumlah sekolah swasta di Jakarta yang menolak pelaksanaan imunisasi MR. "Sekolah negeri semuanya melaksanakan imunisasi MR. Sekolah swasta ada beberapa yang menolak. Kebanyakan yang menolak adalah orangtuanya. Anaknya tidak masalah bila diimunisasi," kata Koesmedi.

Hal senada diungkapkan oleh seorang siswi kelas VII SMPN 103 Jakarta bernama Amel. Dia mengatakan bahwa dia tidak takut dan ingin menerima imunisasi MR. Orangtuanya pun memberikan ijin untuk Amel diimunisasi. (Baca Juga: Baru Tersedia Sarana dan Prasarana, Imunisasi MR Kini Mulai Dilaksanakan Serentak)

"Imunisasi ini kan biar kita nggak kena penyakit Rubellla. Seharusnya orangtua tidak melarang anaknya menerima imunisasi MR soalnya ini demi kesehatan anak agar tidak terkena penyakit Rubella," tutur Amel.

Orangtua yang melarang anaknya ikut imunisasi biasanya kurang mendapatkan sosialisasi. "Orangtua masih khawatir ada penyakit lain yang bisa menyerang anak ketika menerima imunisasi dan penyebab lainnya," ujar Koesmedi menambahkan.

(hel)