Share

Udara Terlalu Panas, Anak Ini Tidak Sadarkan Diri dan Terdiagnosa Heatstroke

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 20:47 WIB
$detail['images_title']
Terserang Heatstroke (Foto: Medical News Today)

MUSIM panas mulai menyerang. Kekebalan tubuh yang baik tentunya akan menjaga kesehatan tubuh dari paparan virus yang bisa saja menyerang. Salah satu masalah yang bisa terjadi karena musim panas adalah heatstroke.

Di Indonesia sendiri, kasus ini masih terbilang minim. Sebab, suhu maksimalnya masih bisa dikondisikan dengan tubuh manusia. Lain ceritanya dengan di Kanada. Cuaca ekstrim sedang melanda negara tersebut. Suhu normalnya saja sekitar 29 derajat selsius. Untuk ukuran negara 4 musim, suhu tersebut dianggap sudah cukup panas.

(Baca Juga: ASTAGA! Di Spons Pencuci Piring Ada Jutaan Bakteri Pemicu Penyakit)

Dilansir dari ABC News, Kamis (3/8/2017) kondisi tersebut menyebabkan seorang gadis terserang heatstroke. Penyakit ini menyebabkan tubuhnya panas secara drastis dan menyebabkan dia tak sadarkan diri.

Kasus ini pertama kali dilaporkan sang ibu, Jenn Abma ke petugas keamanan setempat. Awalnya, Jenn ingin membangunkan puterinya tersebut yang sudah tertidur selama 1 jam di kamar pribadinya. Saat memasuki kamar anaknya itu, Jenn merasakan suhu ruangannya sangat panas. Anak perempuannya pun tidak kunjung bangun.

"Kamarnya sangat panas seperti sauna. Jendela kamarnya terbuka tapi tirainya tertutup. Nah, anak saya ini langsung terpapar sinar matahari yang masuk lewat jendela kamarnya," tambahnya. Setelah mengetahui kondisi anaknya itu, Jenn langsung menghubungi 911. Ambulans pun datang beberapa menit kemudian.

(Baca Juga: Ganti Spons Cuci Piring Setiap 2 Pekan Sekali, Ini Alasannya!)

Pada pemeriksaan awal, diketahui tingkat glukosa dalam darah Anastasia (sang anak-Red) di bawah rata-rata. Sangat jauh dari normal. Makanya, tindakan pertama yang dilakukan adalah memberikan cairan glukosa untuk menaikkan gula di tubuhnya. Perlu Anda ketahui, saat berada di ruang ICU, suhu tubuh Anastasia mencapai 40 derajat selsius. Tak lama berselang, gadis mungil itu sadarkan diri.

Jenn mengatakan bahwa dia tidak memiliki pendingin ruangan di rumahnya. Namun, hal tersebut bukan masalah sebelumnya. "Ini musim panas pertamanya di rumah dan saya tidak sadar bahwa kamar tidurnya lebih panas dari ruangan yang lain," tambahnya.

Sementara itu, Dr. Venkatesh Bellamkonda, spesialis pengobatan darurat Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, mengatakan bahwa sengatan panas dalam ruangan dimungkinkan, tergantung pada kondisinya.

"Heatstroke adalah tentang berada di ruangan atau lingkungan dimana suhu tubuh dipaksa naik tidak wajar," terang Bellamkonda pada ABC News. "Tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya heatstroke adalah di ruang boiler, di rumah kaca, atau terlalu lama terpapar matahari langsung," tambahnya.

(Baca Juga: DBD Mengintai Anak Sekolah, Menkes Sosialisasi Pentingnya Pencegahan ke SD)

Dr Bellamkonda melanjutkan, Heatstroke mudah dikenali dengan perubahan suhu tubuh yang cepat ke arah yang tidak sehat, suhu tubuh terlalu tinggi. Terkait dengan penyakit ini, Bellamkonda menjelaskan, ada tiga tingkat panas yang bakal terjadi bila Anda terserang Heatstroke.

Yang pertama adalah stres panas, dimana tubuh menjadi tidak nyaman. Yang kedua adalah kelelahan panas, dimana suhu tubuh naik di atas 100 derajat, tingkat kadar air menurun dan orang tersebut mulai merasa dehidrasi dan lelah. Dan tahap akhir, yang paling berbahaya, adalah saat suhu tubuh melonjak hingga 104 derajat atau lebih.

(Baca Juga: Bukan Toilet, Spons untuk Mencuci Piring adalah Sumber Bakteri Terbesar)

"Organ tubuh mulai terganggu dimana otak tidak berpikir seperti biasanya atau orang tersebut tidak akan terbangun ketika tertidur," tutur Dr Bellamkonda. "Secara umum jika tubuh sangat panas, saya menduga bahwa otak tidak mampu lagi menjaga kestabilan tubuh. Makanya pingsan pun bisa terjadi," pungkasnya.

Dr Bellamkonda menawarkan beberapa tips untuk mencegah dan mengobati seseorang yang mengalami sengatan panas baik di dalam maupun di luar rumah:

•Hindari menghabiskan banyak waktu di lingkungan yang sangat panas.

•Kenali orang-orang yang paling rentan (orang-orang yang memakai obat diuretik, khususnya anak-anak).

•Untuk orang dewasa - hindari kafein dan alkohol saat dalam keadaan panas.

•Jika seseorang menderita sengatan panas, beri mereka air dingin.

• Rendam pakaian orang itu ke air dingin, lalu pakaikan ke badannya. Hembuskan angin ke arah mereka.

•Hubungi ambulan atau pertolongan kebakaran jika Anda sudah tidak bisa lagi menolong si korban.

1
3