Share

Seorang Dokter Meninggal Dunia Akibat Kelelahan Piket Lebaran

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 29 Juni 2017 13:16 WIB
$detail['images_title']
dr Stefanus Taofik Semasa Hidup (foto: Twitter/@blogdokter)

BEBERAPA hari lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan tweet dari akun @blogdokter yang menyebutkan bahwa seorang dokter anestesi meninggal karena berjaga di 3 rumah sakit selama 4 hari berturut-turut. Kicauan diunggah bersama foto dokter pada hari Selasa, 27 Juni 2017.

Dokter itu bernama dr. Stefanus Taofik, SpAn yang sedang menempuh pendidikan fellowship Konsultasi Intensive Care (KIC) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) semester kedua. Dr Stefanus ditemukan tidak bernyawa di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya saat sedang menjalankan tugasnya.


Sontak saja kabar itu membuat para netizen heboh. Terlebih, postingan tentang dokter yang meninggal bukan hanya ada di Twitter, melainkan media sosial lain seperti Instagram. Netizen menilai bahwa tenaga dr Stefanus terlalu diforsir demi menggantikan dokter lain.

Berdasarkan kabar yang beredar, dr Stefanus meninggal karena kelelahan saat berjaga 24 jam di saat teman-temannya sedang libur Lebaran. Diketahui dr Stefanus bertugas di 3 rumah sakit yaitu RSPI Bintaro Jaya, RSCM, dan Rumah Sakit Jantung Diagram, Cinere.

Stefan meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang baru berusia satu tahun.

Follow Berita Okezone di Google News

(fid)