Share

Di Luar Dugaan! Rasa Khawatir Membawa Dampak Baik untuk Kesehatan Mental

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Senin 01 Mei 2017 14:08 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Zeenews)

KHAWATIR selalu dikenal sebagai emosi negatif. Otak mengalami banyak tekanan dan kegelisahan saat Anda khawatir dan ini tanda negatif kesehatan mental. Namun, sebuah penelitian menunjukkan, kekhawatiran dapat memiliki dampak positif lho.

Penelitian yang dilakukan oleh seorang profesor psikologi di University of California menunjukkan, kekhawatiran terkait dengna pemulihan kejadian traumatis, persiapan dan perencanaan adaptif pemulihan dari depresi, dan kegiatan yang mempromosikan kesehatan, serta mencegah penyakit.

"Khawatir memberikan dampak baik bagi tubuh dan benah Anda juga," terang Kate Sweeny dalam jurnal Social and Personality Psychology Compass.

Meski memiliki reputasi negatif, Sweeny menjelaskan, tidak semua kekhawatiran merusak atau berakhir sia-sia. Kekhawatiran memiliki manfaat yang motivasional dan bertindak sebagai penyangga emosional.

Anehnya, banyak orang yang melaporkan kekhawatiran menghasilkan kinerja yang lebih baik di sekolah atau tempat kerja. Mereka mencari lebih banyak informasi akibat tekanan yang terjadi secara konteks, serta pemecahan masalah yang lebih berhasil.

Sweeny mencatat tiga penjelasan mengenaik efek motivasi dari kekhawatiran.

"Pertama, kekhawatiran berfungsi sebagai isyarat situasi yang serius dan memerlukan tindakan. Orang menggunakan emosinya sebagai sumber informasi saat membuat keputusan," terangnya.

Kedua, rasa khawatir merupakan stressor pikiran seseorang yang mendorong mereka untuk bertindak. Rasa ini memang tidak menyenangkan, tapi membuat mereka termotivasi untuk menemukan cara mengurangi kekhawatiran.

"Dalam keadaan pencegahan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kekhawatiran dapat memotivasi upaya proaktif untuk menghadapi tanggapan kasus berita buruk. Dalam hal ini, mereka akan merencanakan Plan B," ujarnya.

Khawatir juga dapat menguntungkan keadaan emosional. Anda bisa merasakan kelegaan yang menyenangkan secara kontras, bila dibandingkan emosi kekhawatiran.

Dengan kata lain, kesenangan akan menjadi pengalaman pribadi yang melegakan, tetapi perlu didahului dengan pengalaman buruk terlebih dahulu. Demikian dilansir dari Zeenews, Senin (1/5/2017).

(hel)