Share

Menkes Imbau Sakit Mata Belekan Tak Perlu ke RS Spesialis Mata

Prabowo (Okezone), Jurnalis · Senin 03 April 2017 18:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Fitnessista)

Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek mengajak masyarakat untuk menekan tingginya angka rujukan layanan sekunder. Caranya, cukup mendatangi Puskesmas, tanpa perlu langsung ke Rumah Sakit jika hanya mengalami sedikit masalah kesehatan.

"Misal sakit belekan (mata merah/radang), tidak perlu mendatangi dokter spesialis di rumah sakit spesialis mata. Cukup ke Puskesmas bisa terlayani dengan baik," katanya saat membuka seminar nasional bertajuk Pelayanan Kesehatan Primer yang dihelat Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, Senin (3/4/2017).

Di berbagai negara maju, rata-rata angka rujukan ke layanan skunder hanya sekira 5 persen. Sementara di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian menunjukan angka 80 persen. Di ASEAN, status kesehatan masyarakat Indonesia di bawah Vietnam, setara dengan Laos, Myanmar, Kambodja, dan Timor Leste.

Untuk itu, Menkes menekankan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer. Peningkatan sumber daya manusia dan juga peralatan medis di puskesmas penting untuk ditingkatkan. Sehingga, layanan skunder tidak melonjak yang berimbas pengeluaran anggaran dapat ditekan.

Dokter, kata dia, tugas utama tak sekedar mengobati pasien yang menderita sakit. Namun, memberi edukasi, pemahaman, dan juga menjelaskan dengan detail apa saja yang akan dilakukan dokter terhadap pasien. Begitu juga alternatif solusi serta tata cara agar terhindar dari penyakit tersebut.

"Tak hanya memeriksa, memberi resep, tapi juga berinteraksi berbagai faktor penyebab penyakit, dampak penyakit bagi pasien dan keluarga. Dokter harus mampu menangani pasien secara komperhensif," tandasnya.

Pemerintah, kata dia, masih terus melakukan pembenahan terhadap tenaga kesehatan. Sebagai contoh ketimpangan pendapatan pada dokter spealis dengan dokter umum. Dia mengakui jika pendapatan dokter spesialis jauh lebih tinggi dengan dokter umum.

"Dokter spesialis pegang pisau pendapatannya besar. Beda dengan dokter umum. Ini yang harus dirubah, jangan terlalu timpang," katanya.

Begitu juga dengan perawat dan bidan di Tanah Air yang jumlahnya terus bertambah. Namun, sebagian besar lulusan kebidanan dan perawat tidak bisa langsung menjadi pegawai negeri sipil di bidang kesehatan

(hel)