Share

Waspada Ya, Hormon Testosteron Wanita Harus Pas

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 03 Maret 2017 12:39 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

HORMON testosteron diproduksi secara alami dalam tubuh wanita. Begitu juga halnya dengan hormon estrogen yang sering disebut sebagai hormon wanita. Hormon testosteron berperan cukup penting bagi wanita. Kekurangan hormon testosteron juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Untuk mempelajari lebih jauh apa fungsi hormon testosteron pada wanita, simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apa fungsi hormon testosteron pada wanita?

Pada wanita, hormon testosteron memang tidak diproduksi sebanyak pada pria. Hormon ini akan bekerja sama dengan hormon-hormon lain dalam tubuh Anda seperti estrogen dan progresteron untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Di antaranya adalah menjaga gairah seks tetap tinggi, meningkatkan fungsi kognitif otak, mengatur suasana hati (mood), dan menjaga kesehatan tulang. 

Apa yang terjadi jika kadar hormon testosteron pada wanita terlalu banyak atau terlalu sedikit?

Bila kadar testosteron pada wanita terlalu tinggi atau rendah, Anda berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan. Berikut adalah gejala-gejala kekurangan atau kelebihan hormon testosteron pada wanita.

1. Kehilangan gairah seks

Kalau akhir-akhir ini kehidupan seks Anda dan pasangan jadi semakin hambar, Anda mungkin kekurangan hormon testosteron. Pasalnya, hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur libido serta kenikmatan yang Anda rasakan saat bercinta.

2. Sulit membentuk otot

Anda sudah berolahraga keras supaya otot lebih terbentuk, tapi belum berhasil juga? Jangan-jangan, kadar hormon testosteron yang rendah jadi penyebabnya. Hormon testosteron memang bertugas untuk membantu sintesis protein yang dibutuhkan agar massa otot bertambah.

3. Mudah lelah

Merasa kelelahan itu wajar. Namun, kalau Anda hampir selalu merasa lelah, Anda perlu berhati-hati. Atau Anda biasanya sanggup jogging selama sejam, tapi akhir-akhir ini hanya kuat sampai 30 menit. Bisa jadi Anda kekurangan hormon testosteron.

4. Depresi

Depresi memang tidak disebabkan oleh kurang hormon testosteron saja. Ada banyak faktor risiko lain yang bisa memicu kondisi ini. Akan tetapi, kekurangan hormon ini bisa membuat seseorang lebih rentan diserang depresi.

5. Haid tidak teratur

Jika tubuh wanita memproduksi terlalu banyak hormon testosteron, dampak yang mungkin terjadi adalah haid tidak teratur. Pada sebagian kasus, Anda mungkin tidak menstruasi sama sekali. Kondisi ini disebut juga sebagai amenore.

(ran)