Share

Moms, Kenali 3 Jenis Gangguan Makan pada Anak

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis · Senin 27 Februari 2017 17:01 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Momjunction)

GANGGUAN makan atau dikenal dengan istilah eating disorders berkaitan erat dengan masalah psikologis. Berdasarkan Healthgroove, perkembangan gangguan makan di dunia pada 1990-2010 angka kematian di Indonesia meningkat menjadi 77,1 persen. Di mana terjadi peningkatan 3,4 persen tiap tahunnya.

Psikolog klinis dari lightHOUSE, Tara de Thouars menyebutkan tiga gangguan makan yang perlu Anda ketahui. Bahkan, gangguan ini bisa terjadi pada anak dan remaja.

Bulimia

"Yang membedakan dan sudah termasuk gangguan, kita lihat dari fungsi kesehariannya. Dalam sehari bulimia, bahkan bisa lebih dari tiga kali memuntahkan makanan," jelas Tara di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini.

Adapula yang memuntahkan makanannya lima sampai enam kali. Bila demikian, kebiasaan makan seseorang sudah mengganggu kesehariannya.

Anoreksia Nervosa

Seseorang dengan anoreksia biasanya menunjukkan berat badannya yang berada di bawah indeks massa tubuh normal. Tara menambahkan, biasanya pasien takut makan, bahkan berkaca saja takut.

"Ia melihat dirinya segitu gemuknya, padahal sebetulnya kurus banget. Ini sudah termasuk gangguan," kata Tara.

Binge eating

Kebiasaan binge eating terjadi, ketika seseorang makan lebih dari normal. Bahkan dalam waktu 2-3 jam, ia bisa makan banyak makanan. Bahkan. ia bisa menghabiskan satu semangka dalam satu waktu dalam satu waktu.

Terkadang orang dengan emotional eating ini cenderung tidak menyadari dan merasa bersalah atas apa yang dilakukannya. Tetapi kejadian ini terus berulang.

(hel)