Share

Menerima Email Pekerjaan Bisa Ganggu Kesehatan?

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2016 16:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Elle)

HAK untuk menolak dikirimi email selepas jam bekerja belakangan disuarakan di Perancis. Senada dengan gerakan tersebut, sebuah studi baru di Amerika Serikat menemukan fakta yang mendukung efek dari menerima email kerja seharian bagi kesehatan mental kita.

Studi yang dipimpin oleh Liuba Belkin dari Lehigh University, William Becker dari Virginia Tech, dan Samantha A Conroy dari Colorado State University, mengumpulkan data dari 297 orang dewasa Amerika yang bekerja.

Dalam artikel berjudul Exhausted, but Unable to Disconnect: The impact of Email-related Organizational Expectations on Work-family, para peneliti menjelaskan bagaimana budaya perusahaan mengirim email setelah-jam kantor adalah stressor pekerjaan yang signifikan.

"Email bisa menjadi hambatan bagi proses pemulihan. Aksesibilitas dari bentuk teknologi ini membuat karyawan merasakan beban kerja berlebih sepanjang waktu. Pada saat yang sama, itu menghambat kemampuan mereka untuk secara psikologis terlepas dari masalah yang terkait dengan pekerjaan melalui konektivitas terus menerus," tulis para peneliti.

Masalah ini bukan tentang seberapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan email pekerjaan setelah jam kerja. Masalah lebih dengan bagaimana Anda menormalkan "antisipatif stres" atau perasaan Anda ketika harus selalu memeriksa email dari bos pada Minggu malam, contohnya, dan membalasnya.

"Kepuasan dengan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga adalah yang terpenting bagi kesehatan tiap individu. Sementara, ketidakseimbangan akan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi, menurunkan kepuasan baik pada pekerjaan dan keluarga yang memicu penurunan produktivitas," penulis studi menegaskan.

Sebagai solusi, para peneliti menyarankan manajer atau atasan lainnya mengadopsi praktek seperti menciptakan "hari bebas email" dalam seminggu. Demikian seperti dilansir dari Elle, Jumat (5/8/2016).

(hel)