Share

Pentingnya Vitamin B untuk Cegah Kesemutan Neuropati

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 27 April 2016 19:00 WIB
$detail['images_title']
Vitamin B dari susu cegah kesemutan karena neuropati (Foto: Healthylnb)

KETIKA alami kesemutan dan kram, selain menghentikan aktivitas, melalukan peregangan bahkan memberikan minyak panas pasti pernah dilakukan. Namun, tindakan seperti itu hanya bisa mengatasi sementara dan berpotensi memperparah keluhan.

Kesemutan, kebas, dan kram, yang sering dikeluhkan bisa mengindikasikan gangguan atau kerusakan saraf yang disebut neuropati. Masalah ini di antaranya bisa disebabkan kekurangan vitamin B yang fungsinya sangat penting bagi saraf.

"Ketika kita mengalami keluhan neuropatik, biasanya kita akan menghentikan aktivitas lalu pakai balsem atau minyak panas yang hanya menutupi gejala, atau melakukan pijatan relaksasi, meluruskan area sakit. Tapi tidak banyak yang tahu manfaat vitamin B," kata dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat.

Lalu bagaimana semua jenis vitamin B bekerja? Vitamin ini berfungsi menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dengan memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik.

Selain itu, vitamin B juga terlibat dalam metabolisme energi sel, sehingga dapat dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit, katanya dalam acara peluncuran "Kampanye Lawan Neuropati" oleh PERDOSSI dan MERCK, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Vitamin B (B1, B6, B12) yang dikenal sebagai vitamin neurotropik ini ditemui pada kacang, susu, kedelai, daging merah, dan beberapa makanan lainnya. Vitamin yang larut dalam air ini punya kerja masing-masing untuk saraf, kata dokter yang disapa Luthy ini.

"Vitamin B12 hanya didapat dari sumber makanan hewani. Jadi kita harus seimbangkan asupan makanan nabati dengan hawani. Bagi vegetarian, perlu tambahan suplemen vitamin B," tambahnya.

Kebutuhan vitamin B akan meningkat pada orang dengan penyakit sistemik kronis, anak-anak, orang dengan tubuh besar, wanita yang sedang hamil dan menyusui, dan mereka yang terlalu banyak makan karbohidrat.

(hel)