Share

Duh, Bayi Ini Ketularan Herpes Setelah Dicium

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 25 September 2015 10:33 WIB
$detail['images_title']
Bayi ini kena herpes usai dicium (Foto: Boldsky)

JANGAN biarkan orang lain mencium anak Anda sembarangan. Kira-kira itulah pesan seorang ibu dengan anak yang sempat harus dirawat di rumah sakit akibat infeksi virus herpes yang berpotensi fatal.

Putri kecil bernama Brooke, anak dari ibu bernama Claire Henderson tersebut, harus menghabiskan lima hari di rumah sakit dengan luka lepuhan yang mengerikan. Bahkan menurut dokter, luka kemerahan yang muncul di sekitar wajah tersebut dapat menyebabkan hati dan kerusakan otak.

"Dia sangat beruntung, semua tes kesehatannya jelas. Moral dari kasus ini adalah jangan biarkan siapa pun mencium mulut bayi baru lahir Anda, bahkan jika orang yang menciumnya tidak terlihat seperti orang dengan herpes,” pesannya, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (25/9/2015).

Sang ibu, Claire, kini peduli untuk membagikan pesan di media sosial untuk mengingatkan kemungkinan bahaya tersebut didapat anak-anak mereka. “Sebelum berusia tiga bulan bayi tidak bisa melawan virus herpes. Jika tubuh bayi tidak bisa melawan, ini akan dapat menyebabkan kerusakan otak dan hati, bahkan bisa menyebabkan kematian,” tulisnya di sosial media Facebook.

Pos tersebut, sejauh ini, telah dishare lebih dari 35.000 kali. Untungnya, Claire melihat menyadari tanda-tanda awal dan segera membawa putrinya ke UGD. Setelah itu, bayi Brooke harus menghabiskan tiga hari untuk diinfus dan dua hari di bawah pengawasan.

Lebih dari 85 persen manusia membawa virus herpes simpleks yang umumnya dorman (tidur) di dalam tubuh. Bila virus, yang bisa ditularkan melalui kontak fisik tersebut, aktif pada orang dewasa, itu akan memicu kesemutan, gatal atau sensasi terbakar di sekitar mulut yang paling sering di tepi bibir bawah.

Herpes simpleks yang membawa penyakit tersebut bisa dan biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan dalam waktu tujuh sampai 10 hari. Namun, bila ini muncul pada bayi, yang kekebalannya kurang, mereka harus segera diobati karena infeksi bisa memicu kerusakan otak dan bahkan menyebabkan kematian.

(ren)