Share

Apel Hijau Ampuh Cegah Obesitas

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 02 Oktober 2014 07:59 WIB
$detail['images_title']
Apel hijau cegah obesitas (Foto: Dailymail)

SEBUAH studi baru menemukan bahwa mengonsumsi satu buah apel hijau, seperit Granny Smith, sehari bisa menjadi kunci untuk mencegah obesitas. Buah manis ini tidak hanya membantu orang merasa kenyang lebih lama, tapi juga mendorong produksi bakteri baik dalam perut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry mengungkapkan bahwa senyawa yang tidak mudah dicerna dalam buah, seperti serat dan polifenol, tidak mudah dihancurkan asam lambung. Ketika mencapai usus besar, senyawa tersebut difermentasi oleh bakteri yang membantu bakteri baik dalam usus untuk tumbuh.

Para ilmuwan di Washington State University menguji beberapa varietas yang berbeda dari apel pada tikus, untuk melihat zat apa yang menyebabkan pertumbuhan bakteri baik, termasuk varietas Granny Smith yang berwarna hijau dan memiliki sedikit rasa asam yang memiliki kandungan serat tinggi dan senyawa polifenol.

Tim ini menganalisa kotoran tikus yang beberapa di antaranya mengalami obesitas, setelah diberi makan berbagai jenis buah. Mereka menemukan keseimbangan bakteri dalam usus penderita obesitas sering “terganggu” dengan cara yang dapat mengganggu metabolisme dan membuat orang merasa lapar.

Kemudian terungkap bahwa kotoran tikus gemuk yang makan apel telah berubah dan tubuh mereka menjadi mirip dengan tikus ramping. Peneliti pun berkesimpulan bahwa penemuan tersebut bisa membantu mengarahkan pengobatan masalah berat badan di masa depan.

"Secara umum kita tahu bahwa apel adalah makanan yang sulit dicerna, tetapi manfaatnya berbeda sesuai varietas. Hasil penelitian ini akan membantu konsumen untuk membedakan mana varietas apel yang dapat membantu memerangi obesitas," kata Profesor Giuliana Noratto dari Washington State University, seperti dilansir Dailymail, Kamis (2/10/2014).

Penemuan ini dapat membantu gangguan memangkas gangguan yang berkaitan dengan masalah obesitas, seperti ketidakseimbangan jenis bakteri dan peradangan kecil akibat aktivitas bakteri yang membuat nafsu makan tinggi.

 

"Apa yang menentukan keseimbangan bakteri dalam usus kita adalah makanan yang kita konsumsi," imbuh Profesor Noratto.

(tty)