Share

Cegah Dehidrasi saat Hamil & Melahirkan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 25 September 2014 23:55 WIB
$detail['images_title']
Ibu hamil rentan dehidrasi (Foto: Betheny)

KETIKA hamil, kebutuhan cairan wanita meningkat daripada biasanya, sehingga rentan mengalami dehidrasi. Dampak dehidrasi saat hamil pun bisa berbahaya, seperti hipodehidrasi, sembelit dan infeksi saluran kemih.

Lalu, bagaimana agar terhindari dari dehidrasi saat hamil? Berikut tip dari advisor to the Natural Hydration Council, Dr Emma Derbyshire PhD yang dikutip dari Femalefirst, Kamis (25/9/2014).

Rehidrasi  

Air putih adalah pilihan minuman yang sangat baik untuk ibu hamil. Hal ini karena air putih tidak mengandung kalori dan gula yang dapat berdampak buruk jika dikonsumsi berlebihan.

Tingkatkan konsumsi cairan

Wanita yang sedang hamil harus meningkatkan total asupan air mereka, yakni 300ml selama kehamilan dan 700ml/hari selama menyusui. Namun, ketika menyusui European Food Safety Authority (EFSA) merekomendasikan asupan total air sekira 2000ml/hari.

Konsumsi makanan mengandung air

 

Hal yang perlu disadari adalah air tidak hanya diperoleh dari minuman, tetapi juga makanan. Meskipun mungkin kandungan airnya tidak terlalu banyak, tetapi akan membantu memenuhi kebutuhan cairan harian. Misalnya, wanita hamil bisa mengonsumsi sup, yoghurt, buah-buahan dan sayuran.

 

Minum air putih secara berkala

 

Wanita hamil harus sering minum air, terutama setelah melahirkan yang membutuhkan banyak cairan. Untuk lebih mudah, setelah melahirkan biasakan untuk selalu membawa segelas minuman agar kebutuhan cairan terpenuhi.

(fik)