Share

Kematian Robin Williams, Antara Depresi & Kesedihan

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Rabu 13 Agustus 2014 11:20 WIB
$detail['images_title']
Kematian Robin Williams, Antara Depresi & Kesedihan (Foto: Hbo)

ROBIN Williams ditemukan tewas di rumahnya pada Senin 11 Agustus 2014 waktu setempat. Aktor dan komedian tersebut diduga mengalami depresi.

Hal ini seperti diungkapkan seorang perwakilan Williams. Menurutnya, Robin Williams sejak lama berjuang melawan depresi.

Depresi merupakan penyakit yang umum. Namun sayangnya, hal ini seringkali disamakan dengan kesedihan. "Depresi adalah salah satu kata paling sering dalam bahasa Inggris. Ketika seseorang merujuk depresi pada percakapan sehari-hari, mereka biasanya mengartikan sesuatu yang kurang serius dalam pikirannya daripada arti gangguan itu sendiri. Bahkan, depresi seringkali merujuk pada kesedihan," kata Stephen Ilardi, Asisten Profesor pada Klinik Psikologi Universitas Kansas, seperti dikutip dari Entertaiment Weekly, Rabu (13/8/2014).

Melalui blog psikologi, Stephen membeberkan fakta terkait depresi. Menurutnya, berdasarkan Washington University School of Medicine di St. Louis, depresi tingkat tinggi bisa mengenai siapapun, dengan median usia sekira 32,5. (Baca: Robin William Bunuh Diri di Usia Matang, Apa Sebab?)

Depresi  paling umum diderita wanita daripada pria. Pria depresi biasanya disebabkan alkohol dan substansi lain. Hal ini sebagaimana diungkapkan Jill Goldstein, Director of Research dari Connors Center for Women's Health and Gender Biology di Brigham and Women's Hospital, Boston, AS.

Menurut Goldstein, pria yang depresi biasanya mencoba menutupi kesedihan dengan hal lain. Sebut saja, menonton televisi, olahraga, bekerja keras, atau bahkan mendekatkan diri pada risiko.

Pada pria, gejala depresi lebih sulit dikenali. Pria yang depresi lebih nekat untuk bunuh diri. Selain itu, pria depresi kemungkinanan tidak terdiagnosa ataupun ditangani. Karena itu, depresi tersebut bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang serius.

Sementara itu, umumnya gejala depresi bisa terlihat dari beberapa hal. Mulai dari perasaan sedih, kehilangan ketertarikan dan kurang semangat, terganggu, pergolakan batin, gelisah, dorongan seks rendah, penurunan konsentrasi, insomnia atau tidur berlebihan, dan kelelahan kronis.

(fik)