Share

Seperti Robin Williams, Bunuh Diri Jadi Tanda Depresi Berat

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 12 Agustus 2014 15:54 WIB
$detail['images_title']
Robin Williams Alami Depresi Berat (Foto: Reuters)

AKTOR Hollywood Robin Williams meninggal dunia akibat bunuh diri setelah mengalami depresi berat berkepanjangan sejak 1997. Beberapa kondisi bisa menjadi tanda seseorang mengalami depresi berat.

dr. A.A. Ayu Agung Kusumawardhani, SpKJ (K), ahli ganguan jiwa, psikiatri, sekaligus Kepala Departemen Psikiatri RSCM, mengatakan bahwa melihat kasus meninggalnya aktor Robin Williams, depresi bisa mulai dari ringan hingga berat. Ketika ada pikiran-pikiran pesimis untuk bunuh diri apalagi sampai melakukannya, bisa jadi tanda depresi berat.

"Depresi berat sampai kepada adanya pikiran-pikiran untuk bunuh diri atau putus asa sampai melakukan tindakan bunuh diri, itu salah satu kriteria depresinya berat," katanya kepada Okezone melalui sambungan telefon, Selasa (12/8/2014).

Lebih lanjut, dr Agung menjelaskan bahwa depresi minimal berlangsung selama dua pekan, tetapi bisa juga lebih dari sebulan jika tidak diobati. Memang, rentang waktu terjadinya depresi bervariasi, tetapi menurut dr Agung, kriterianya sudah berlangsung minimal dua pekan. (Baca: Menjadi Sorotan Publik Bukan Sebab Robin William Depresi)

dr Agung menambahkan, seseorang bisa dikatakan mengalami depresi berat apabila mood mereka mengalami  penurunan drastis. Seseorang yang mengalami depresi berat biasanya memiliki pikiran-pikiran pesimis, putus asa, bahkan kadang berkeinginan untuk mengakhiri hidup.

"Perilakunya juga menunjukkan penurunan, misalnya orang itu biasanya aktif menjadi tidak ingin melakukan apapun. Jadi, tiga hal itu sama-sama terjadi penurunan, yakni pola pikirnya melambat, pesimis atau mood-nya menurun, dan perilakunya tidak aktif, itu tanda-tandanya depresi berat," tutupnya.

(ftr)