Share

Penularan Ebola Meluas, Petugas Kesehatan Harus Lebih Waspada

Qalbinur Nawawi, Jurnalis · Selasa 05 Agustus 2014 13:53 WIB
$detail['images_title']
Penularan Ebola Meluas, Petugas Kesehatan Harus Lebih Waspada (Foto: Vox)

VIRUS Ebola sudah memakan banyak korban di beberapa negara. Karenanya, rumah sakit diminta meningkatkan prosedur pencegahan penularan virus Ebola.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Menurutnya, berkaca dari kasus seorang pria berinisial PS yang positif tertular virus Ebola setelah melakukan perjalanan dari Liberia ke Lagos Nigeria serta dokter di Nigeria yang menanganinya dan tertular, pihak rumah sakit harus lebih waspada.

"Atas kejadian ini, tentu petugas kesehatan sudah harus lebih waspada dalam bekerja. Padahal, informasi kasus Ebola sudah meluas, tapi tetap saja dokternya tertular," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Okezone, Selasa (5/8/2014)

Lebih dalam, ada beberapa poin yang wajib diperhatikan untuk merawat pasien Ebola di rumah sakit. Di antaranya penempatan pasien di dalam kamar terpisah, alat pelindung diri, peralatan pasien, kebersihan, penanggulangan infeksi lingkungan, hingga pengawasan‎ petugas kesehatan yang kontak dengan pasien dan kepada pengunjung di rumah sakit. (Baca: Cegah Ebola Masuk Indonesia, Ini Tindakan Kemenkes)

Meski begitu, Prof Tjandra menyarankan jika masyarakat juga harus meningkatkan kesadaran terkait wabah virus Ebola. Pasalnya, ini juga menjadi bagian dari pencegahan penularan terhadap penyakit tersebut.

"Kalau di rumah sakit saja, yang tentunya menerapkan prosedur tertentu, penularan‎ tetap terjadi. Jadi, masyarakat juga harus tentu, penularan harus lebih diawasi maksimal. Dalam hal ini, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, prosedur di rumah sakit harus berjalan dengan amat ketat. Kedua, di Liberia ada laporan kasus yang meninggal lalu dikremasi. Itu karena warga khawatir kalau jenazah dimakamkan," tutupnya.

(fik)