Share

Cegah Ebola Masuk Indonesia lewat Penerbangan, Ini Tindakan Kemenkes

Qalbinur Nawawi, Jurnalis · Senin 04 Agustus 2014 20:05 WIB
$detail['images_title']
Cegah Ebola masuk indonesia lewat penerbangan, ini tindakan Kemenkes (Foto: Dok.Okezone)

VIRUS Ebola telah menginfeksi dua petugas kesehatan Amerika Serikat yang dikirim untuk menangani penyakit tersebut di Afrika. Atas kejadian tersebut, Center of Diseases Control (CDC) Amerika Serikat pun menerbitkan pedoman penanganan Ebola di rumah sakit.

 

Pedoman penanganan virus tersebut meliputi 11 poin. Di antaranya, penempatan pasien, alat pelindung diri, peralatan perawatan pasien, perhatian perawatan pasien, alat yang mengeluarkan aerosol, tangan harus bersih, penanggulangan infeksi lingkungan, penyuntikan dengan aman, lama masa terinfeksi yang harus diawasi ketat, pengawasan‎ petugas kesehatan yang kontak dengan pasien, serta pengawasan pengunjung rumah sakit. (Baca: Ebola, Penyakit akibat Virus Paling Mematikan)

 

Selain penanganan di rumah sakit, CDC USA juga baru mengeluarkan pedoman penanganan untuk penerbangan. Isi pedoman tersebut meliputi larangan kontak dengan pasien Ebola, penanganan dan pencegahan di pesawat, hingga petunjuk bagi para petugas di bandara terkait wabah virus Ebola.

 

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan sudah melakukan persiapan. Hal itu bertujuan untuk mengidentifikasi adanya virus Ebola dalam tubuh seseorang. (Baca: Cara Virus Ebola Menyebar dalam Tubuh)

 

"Saya sudah menyiapkan laboratorium kami untuk dapat memeriksa Ebola, kalau memang diperlukan. Kami akan gunakan metode PCR di laboratorium BSL 3 yang ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan kita yang sudah lengkap alat, petugas, dan prosedurnya," katanya saat diwawancarai Okezone lewat sambungan telefone, Senin (4/8/2014)

 

Dalam teknis pemeriksaannya, jelas dia, ada enam metode yang bisa digunakan untuk mendeteksi virus Ebola, apapun jenis spesiesnya. Di antaranya antibody-capture enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), antigen detection tests, serum neutralization test, reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR), assay electron microscopy, dan Evirus isolation dengan cell culture.

(fik)