Share

2.641 Posko Kesehatan Bakal Siaga di Seluruh Jalur Mudik

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 22 Juli 2014 14:21 WIB
$detail['images_title']
Wamenkes mengatakan ada 2.641 Posko Kesehatan di Seluruh Jalur Mudik (Foto: Helmi/Okezone)

MUDIK tidak pernah lepas dari kasus kecelakaan dan kematian. Untuk membantu mengurangi jumlah angka kecacatan, kecelakaan dan kematian, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyiagakan beberapa posko kesehatan sepanjang jalur mudik.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc,Ph.D mengatakan, Kemenkes menyiagakan posko kesehatan di jalur mudik seluruh Indonesia. Total posko yang disediakan adalah 2.641 dan 1.554 rumah sakit se-Sumatera, Jawa, dan Bali.

"Jumlah pos kesehatan terdiri dari 2.424 milik dinas kesehatan, terdiri dari pos lapangan sebanyak 800 dan 1.624 puskesmas kita siapkan di jalan-jalan yang diperkirakan dilewati oleh para pemudik," katanya, pada konferensi pers bertema "Registrasi Kematian Penduduk" di Ruang Maharjono, Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2014).

Ali Ghufron menegaskan bahwa fasilitas, seperti puskesmas dan rumah sakit tetap buka selama lebaran. Terutama, yang berhubungan dengan jalur mudik. (Baca: Kemenkes Siaga di Sepanjang Jalur Mudik)

"Untuk rumah sakit, terutama emergency, selalu buka 24 jam, dan ada dokter yang siaga sebagaimana semestinya. Kita dorong untuk tetap siaga. Hal ini karena kita berharap agar kecelakaan bisa ditekan serendah mungkin," jelasnya.

Sementara, untuk diketahui bahwa jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun sudah mulai menurun. Menurut data Polri, pada 2013 terjadi 3.675 kasus kecelakaan. Jumlah tersebut masih lebih rendah 29,8 persen dibandingkan pada 2012, tetapi masih berakibat 795 orang meninggal.

Selain itu, menurut Ali Ghufron, jumlah orang yang meninggal saat arus mudik pada 2013 juga menurun sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun 2012. Oleh karena itu, Ali berharap jumlah kecelakaan dan kematian saat mudik pada tahun ini bisa menurun lagi.

"Kami berharap tahun 2014 ini bisa menurun lagi. Kalau tahun kemarin bisa menurun sekitar 3,28 persen, tahun ini kita harapkan bisa lebih menurun lagi, paling tidak 4 persen," tutupnya.  

(fik)