Share

Turunkan Angka Kelahiran Remaja, BKKBN Fokus Kesehatan Reproduksi

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 01 April 2014 12:16 WIB
$detail['images_title']
BKKBN

STRUKTUR piramida penduduk Indonesia mengindikasikan adanya masalah beban ganda pada 3 kelompok umur, yaitu usia anak, remaja, dan usia lanjut. Dari total populasi di Indonesia, 28 persen merupakan penduduk usia remaja atau sekitar 64 juta jiwa.

 

Menurut Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.,Sp.GK, besarnya jumlah kelompok usia remaja ini jelas memerlukan perhatian dan penanganan serius dari seluruh pihak.

 

Lebih lanjut, Fasli Jalal mengatakan bahwa dalam upaya akselerasi implementasi program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKB&PK) untuk mencapai target RPJMN 2014 dan target MDG's 2015, serta mempersiapkan program aksi FP 2020, maka salah satu target prioritas program KKB&PK adalah memberikan perhatian yang besar pada kelompok umur muda dan remaja.

 

"Salah satu strateginya memberikan edukasi yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi kepada generasi muda," ujarnya pada High Level Seminar on ICPD Beyond 2014 di Gran Melia Hotel, Jl. HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2014).

 

Lebih lanjut, Fasli Jalal menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan untuk mendewasakan usia kawin pertama. Selain itu, menurutnya, hal tersebut juga bertujuan untuk menurunkan angka kelahiran remaja yaitu usia 15-19 tahun melalui program Generasi Berencana

 

 "Program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh institusi pendidikan formal dan non-formal, serta perguruan tinggi dengan program utama pendidik dan konselor sebaya yang ramah remaja melalui Pusat Informasi dan Konsultasi-Remaja," terangnya.

(ren)