Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL FAMILY HEALTH

Trik Cegah Serangan Refluks Asam

Niken Anggun Nurani - Okezone
Senin, 22 April 2013 21:22 wib
detail berita
Alami masalah perut (Foto: Healthmeup)
REFLUKS asam lambung adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini memang tidak membahayakan nyawa Anda, namun dapat memicu gangguan kesehatan yang tidak menyenangkan.
 
Umumnya, refluks cenderung memburuk setelah Anda makan. Karenanya, penting untuk menghindari makanan yang dapat memperburuk kondisi asam dalam lambung.

Orang-orang yang menderita refluks asam harus konsumsi makanan kecil sepanjang hari, selain jam makan utama. Selain itu, penderita refluks asam juga disarankan mengonsumsi camilan sehat sebelum pergi tidur, demikian yang dilansir Ehow.
 
Makan malam kecil dapat mengurangi jumlah refluks saat waktu tidur yang memberikan makanan cukup waktu untuk dicerna dan proses pengosongan perut, serta memberikan waktu pada tubuh mengurangi kadar asam.

Diet yang membantu mengurangi dan mencegah refluks asam biasanya mencakup semua kelompok makanan, seperti biji-bijian, sayuran, buah-buahan, susu, daging, dan kacang-kacangan. Namun dalam kelompok makanan, ada varietas tertentu yang dianjurkan dan harus dihindari. Orang dengan asam refluks harus menghindari alkohol, minuman berkafein, peppermint, cokelat, dan makanan yang tinggi kadar lemak.
 
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

 
BACA JUGA »

Lifestyle

Treatment Baru Pengencang Miss V, Penasaran?
Untuk mengencangkan organ intim biasanya seseorang melakukan treatment ratus atau minum sejumlah ramuan. Namun kini, ada cara aman dan instan mendapatkan kekencangan Miss V.

Food

Miss Online 2014 Cuek Tak Bisa Masak
Dulu, perempuan bangga saat bisa memasak. Namun kini, dapur tidak lagi menjadi kebanggaan mayoritas perempuan, seperti halnya Miss Online 2014 Jesslyn Anggasta Hardi, yang cuek tidak bisa memasak.

Property

Green Building Memang Mahal, Tapi..
"Kebanyakan perusahaan asing yang berkantor di Indonesia tidak mau kalau kantornya tidak green building. Karena memang mereka lebih cenderung menginginkan hemat dari segi operasional gedung,"