Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL SEXUAL HEALTH

Seks Nikmat Saat Hamil? Perhatikan Ini

Niken Anggun Nurani - Okezone
Senin, 15 Oktober 2012 00:07 wib
detail berita
Bercinta saat hamil (Foto: Corbis)
MASA kehamilan terkadang membuat Anda dan pasangan menjadi kehilangan momen intim. Keinginan untuk berhubungan seksual dan keamanan janin Anda mungkin jadi kendala utama.

Melakukan seks saat hamil memang dapat menjadi hal yang cukup rawan. Pasangan mungkin merasa takut untuk berhubungan seks dengan posisi tertentu yang dapat membahayakan bayi Anda. Sebenarnya, Anda dan pasangan tidak perlu khawatir berlebihan tentang hal tersebut. Banyak pasangan yang bercinta aman dan bermanfaat bagi kehamilan.

Ada dua kesalahan yang sering dialami oleh pasangan muda. Seks tidak aman pada masa kehamilan dan wanita yang kehilangan keinginan untuk berhubungan seks. Jika semua tahap kehamilan normal, seperti Anda tidak memiliki riwayat keguguran, hubungan seks saat hamil tidaklah berbahaya. Namun biasanya dokter menyarankan untuk tidak berhubungan seks pada tiga bulan kehamilan awal, demikian yang dilansir Everydayhealth.

Hubungan seksual pada masa kehamilan tidak akan memberikan kerugian pada bayi Anda jika dilakukan secara aman. Memang pada awalnya banyak wanita yang enggan berhubungan intim pada trimester pertama, namun keinginan untuk melakukan aksi intim yang memberikan kenikmatan tersebut akan meningkat pada trimester kedua.

Tentu Anda harus tetap mengikuti petunjuk dokter tentang seks saat hamil. Jika kandungan lemah dan berisiko tinggi, dokter pasti akan meminta Anda membatasi aktivitas seksual Anda. (tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

 
BACA JUGA »

Lifestyle

Cara Mudah untuk Terlihat Jadi Pria Dewasa
Anda berumur sekira 30 tahunan dan memiliki karier yang sukses. Tetapi orang-orang terus berpikir bahwa Anda seperti masih berkuliah dan terlihat lebih muda dari usia sebenarnya.

Food

Gara-Gara Karamel Gosong, Mathew Terisak di Junior MCI

Kesedihan mulai diperlihatkan para kontestan Junior MasterChef Indonesia (MCI) ketika kontestan lain gagal melaju ke tahap berikutnya. Ini tampak pada episode 2 tayangan kompetisi memasak usia 8-13 tahun ini.