Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL FAMILY HEALTH

Waspada, Anemia Saat Hamil

SINDO
Minggu, 9 September 2012 07:45 wib
detail berita
Ibu hamil (Foto: Corbis)
PREVALENSI anemia pada ibu hamil di Indonesia ternyata sangat tinggi. Padahal, kondisi tersebut sangat berisiko karena membuat bayi lahir prematur, berat lahir rendah, bahkan kematian. Bagaimana mencegahnya?
 
Kondisi kesehatan ibu hamil adalah hal yang amat penting karena memengaruhi kondisi bayi yang akan dilahirkan. Salah satu yang musti diwaspadai adalah terjadinya anemia atau kekurangan sel darah merah. Itu karena umumnya gejala anemia ini ringan dan sering kali ibu hamil menganggap itu hal yang sepele. Padahal,dampak anemia pada ibu hamil sangat berbahaya. Risikonya mulai dari bayi lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, hingga yang paling parah adalah kematian.

Tidak hanya kematian pada bayi, juga meningkatkan risiko kematian pada ibu dalam proses persalinan (pada kasus anemia berat). Karena itu, seyogianya agar ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) sebanyak 90 butir selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya anemia. Program suplementasi TTD ini sebenarnya sudah diberlakukan oleh pemerintah sejak 1970-an.

Namun, pada kenyataannya, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi. Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada 2001 menyebut bahwa prevalensi (jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada waktu tertentu di wilayah tertentu) anemia pada wanita usia subur sebesar 40%.

Sementara, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2010 menunjukkan, 80,7% perempuan usia 10-59 tahun telah mendapatkan TTD, namun hanya 18% di antaranya yang mengonsumsi sebanyak 90 tablet. Data terbaru bahkan menyebutkan bahwa ibu hamil yang terkena anemia mencapai 40%-50%. Itu artinya 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengalami anemia.

“Tentu angka tersebut tinggi sekali dan menunjukkan bahwa kepatuhan minum TTD pada wanita hamil masih rendah.Karena itu,perlu adanya sosialisasi penguatan program suplementasi TTD,” ujar Direktur The Micronutrient Initiative (MI) dr Elvina Karyadi SpGK PhD dalam acara “Paparan Penelitian Diseminasi Anemia pada Ibu Hamil dan TTD” di Hotel Four Seasons, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Elvina, idealnya ibu hamil mengonsumsi 90 butir TTD selama 270 hari yang dimulai sejak awal kehamilan hingga masa nifas. Tablet yang mengandung zat besi dan asam folat ini dikonsumsi sebanyak satu kali dalam sehari. Lain lagi jika ibu hamil itu mengalami anemia berat—yang kadar hemoglobinnya (Hb) di bawah 7 g/dL—maka harus mengonsumsinya tiga kali TTD dalam sehari.
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

 
BACA JUGA »

Lifestyle

Treatment Baru Pengencang Miss V, Penasaran?
Untuk mengencangkan organ intim biasanya seseorang melakukan treatment ratus atau minum sejumlah ramuan. Namun kini, ada cara aman dan instan mendapatkan kekencangan Miss V.

Food

Ke Singapura, Farah Quinn Perkenalkan Mi Pangsit Indonesia
Rasa bangga terhadap kuliner Indonesia terus digaungkan ke mancanegara. Kali ini melalui tangan celebrity chef Farah Quinn. Dia memperkenalkan mi pangsit Indonesia di Singapura.

Property

Green Building Memang Mahal, Tapi..
"Kebanyakan perusahaan asing yang berkantor di Indonesia tidak mau kalau kantornya tidak green building. Karena memang mereka lebih cenderung menginginkan hemat dari segi operasional gedung,"