KEGEMUKAN atau obesitas sudah sangat marak akhir-akhir ini. Konsumsi makanan instan dan makanan cepat saji menjadi salah satu faktor munculnya penyakit ini.
Obesitas ditentukan dengan melihat indeks massa tubuh (IBM), yang merupakan ukuran lemak tubuh. Memiliki IBM 30 atau lebih besar dapat diklasifikasikan sebagai obesitas. Menjadi obesitas membawa risiko kesehatan lainnya, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan gangguan fungsi.
Penyebab obesitas diperoleh baik secara biologis ataupun medis. Faktor genetik, serta obat dan kondisi tertentu dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, penting untuk diingat bahwa makan terlalu banyak dan gaya hidup juga faktor utama.
Para ahli menemukan bahwa obesitas sangat rentan terhadap berbagai macam penyakit. Konsumsi lemak jenuh dan kurangnya olahraga bisa memperburuk keadaan. Berikut yang akan Anda alami jika Anda mengidap obesitas, seperti dilansir
Healthcentral.1. Jika Anda mengalami obesitas, lutut dan pinggul mengalami sampai tiga kali lebih banyak tekanan dalam setiap langkah.
2. Jika Anda mengalami obesitas, lutut dan pinggul mengalami hingga enam kali lebih banyak tekanan saat berjalan menuruni tangga.
3. Untuk setiap sepuluh pon kelebihan berat badan yang naik, risiko terkena
osteoartritis meningkat sekitar 40%.
4. Obesitas merupakan faktor risiko untuk pengembangan
rheumatoid dalam, pinggul lutut, tangan dan pergelangan kaki.
5. Pada wanita yang mampu menurunkan setidaknya 11 pon berat badannya, dapat menurunkan risiko
artritis lebih dari 50%.
Mulailah untuk mengatur pola makan Anda. Lakukan olahraga rutin setidaknya 30 menit sehari. Olahraga jalan cepat dapat membantu Anda menurunkan obesitas. Jangan coba untuk melakukan olahraga lari atau
jogging karena justru akan membuat persendian Anda semakin sakit karena menahan berat badan.
(ina) (tty)