SELAMA ini,
fogging (pengasapan) kerap diandalkan masyarakat untuk memberantas nyamuk demam berdarah. Padahal, fogging bukanlah upaya yang paling dianjurkan dalam pengendalian nyamuk demam berdarah.
"
Fogging hanya mematikan nyamuk yang sudah dewasa saja. Sedangkan yang harusnya diberantas ialah jentik nyamuk, asal muasal penyebabnya.
Fogging saja tidak efektif, karena efeknya jangka pendek. Tiga hari kemudian akan ada nyamuk lagi, karena jentiknya tidak mati dengan fogging," tutur dr. Lily S. Sulistyowati, Kepala Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI saat ditemui usai konferensi pers
Kerjasama Pengendalian Demam Berdarah Dengue Kementerian Kesehatan RI dan GlaxoSmithKline di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/6/2012).
Lebih lanjut, Lily menjelaskan,
fogging hanyalah salah satu rangkaian dalam membasmi nyamuk Aedes Aegypti, si pembawa virus dengue yang menyebabkan seseorang terkena demam berdarah. Untuk memberantas penyakit tersebut, pemberantasan jentik menjadi cara efektif yang dapat dilakukan.
"Sebelum mematikan nyamuk dewasa dengan
fogging, terlebih dulu harus diberantas jentiknya, yakni dengan memberantas sarang jentik nyamuk. Caranya dengan langkah 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur benda-benda yang bisa digenangi air," tutupnya.
(ind) (tty)