MASA-MASA awal menjadi ibu seringkali membingungkan. “Maklum, belum punya pengalaman!” begitu kata sejumlah
Moms.
Kehadiran si kecil tentu membawa nuansa baru di rumah, namun semua tak berjalan mulus. Terkadang,
Moms kehabisan cara untuk meredakan tangis si buah hati, belum lagi kalau dia malas menyusu, muntah, dan sebagainya.
Jangan panik
Moms! Ikuti tip dr. Frieda Handayani, SpA dari RSIA Evasari:
Bayi menangis terus menerusMenangis merupakan cara bayi memberitahukan bahwa dia lapar, haus, atau merasa tidak nyaman dan kesakitan.
Moms boleh panik bila si kecil menangis keras terus-menerus selama beberapa jam dan sulit ditenangkan. Kemungkinan dia menderita nyeri atau kolik perut. Cara mengatasinya, yaitu bayi disusui, digendong, dan diayun lembut agar dia tenang. Namun, bila dia tetap menangis keras, bawa segera ke dokter.
Bayi muntah setelah disusui atau diberi ASIBayi akan memuntahkan sedikit ASI (
gumoh) setelah menyusu, bila belum disendawakan. Untuk mencegah
gumoh dan membuatnya bersendawa, gendong bayi dengan posisi tubuh menghadap tubuh
Moms dan sanggah kepala bayi pada pundak
Moms. Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut, lakukan selama beberapa menit sampai bayi bersendawa.
Moms boleh panik bila bayi muntah dalam jumlah banyak meskipun jarak pemberian ASI sudah 2 jam, bayi muntah-muntah meskipun tidak habis minum ASI, atau bayi muntah disertai diare.
Bayi malas menyusuBayi yang sehat akan menangis dan secara aktif berusaha mencari puting susu bila dia merasa lapar. Bila bayi malas menyusu meskipun dia lapar, waspadai adanya infeksi dalam tubuh bayi. Segera bawa ke dokter bila bayi malas menyusu lebih dari 24 jam.
Bayi tampak kuningSebagian besar
neonatus (bayi usia 0-28 hari) cukup bulan dan prematur akan terlihat kuning pada pekan pertama kehidupan. Kuning mulai terlihat dari daerah wajah lalu berkembang ke arah lengan, dada, dan tungkai sesuai dengan peningkatan kadar bilirubin. Artinya, bayi dengan kuning pada kaki akan mempunyai kadar bilirubin lebih tinggi dibandingkan bayi dengan kuning hanya pada kulit wajah.
Moms boleh panik bila kuning sudah terlihat sejak lahir atau pada hari pertama kehidupan dan bila kuning menetap pada usia 2 pekan atau lebih. Bila hal ini terjadi, segera bawa bayi ke dokter.
(Sumber: Mom & Kiddie) (tty)