IBU yang bekerja tetap memiliki kewajiban memberikan ASI dan waktu untuk bayi. Pasalnya, saat ibu menyusui bayi merupakan saat terbaik menjalin hubungan kedekatan di antara keduanya.
Ingat bahwa bukan hanya Anda yang menjalani rintangan untuk menyusui bayi sekaligus bekerja, banyak perempuan yang melakukannya. Menyusui bayi tidak lagi menjadi tugas besar sebagai perempuan, karena ada cara-cara khusus untuk mengaturnya.
Mengenyampingkan hak bayi untuk minum ASI hanya karena harus berkarier merupakan suatu hal yang kejam. Melanjutkan menyusui bayi merupakan suatu hal yang sangat baik untuk kesehatan ibu dan bayi. Berikut siasat mengatur waktu bekerja dan menyusui, sebagaimana dilansir
Boldsky.
Bulatkan tekad
Ketika memutuskan untuk memiliki bayi, Anda sudah sangat siap bergelut dengan pembagian waktu agar memiliki waktu khusus untuk menyusui atau menyapih di sela waktu bekerja.
Anda mungkin mendapat banyak ejekan dari para kolega dan mendapatkan banyak hal-hal yang membuat malu, tapi kembali ingat bahwa semua perjuangan tersebut untuk buah hati tercinta. Maka otak pun akan terbentuk fokus dan prioritas yang baru untuk bayi Anda.
Sisihkan waktu bersama
Ibu yang bekerja tentu akan banyak menghabiskan waktunya dengan pekerjaan. Tapi jangan biarkan waktu Anda dan buah hati sama sekali terbengkalai.
Atur waktu dan bangunlah hubungan yang baik antara ibu dan bayi. Menyusui bayi juga merupakan momen penguat hubungan hati antara bayi dengan sang ibu.
Merawatnya setelah Anda kembali dari tempat kerja atau selama akhir pekan akan membuat Anda menikmati hubungan yang indah dengan bayi.
Belajar menyusui
Banyak ibu bekerja memutuskan untuk berhenti menyusui bayi karena tidak mengetahui prosedur yang benar untuk memberi makan. Tetap berpegang pada jadwal yang akan membantu bayi Anda dan tubuh Anda untuk memproduksi ASI selama waktu itu. Bersabarlah dalam mengajarkan atau menggambar bayi mengisap susu cara yang benar.
Rencanakan cuti khusus untuk buah hati
Saat cuti untuk menghabiskan waktu yang cukup lama dengan bayi Anda, sehingga dapat menikmati aktivitas menyusui dan bermain bersamanya.
Pahami bahwa si kecil membutuhkan Anda untuk memberikan asupan terbaik dan perawatan cinta kasih seorang ibu. Jadi, manfaatkanlah sisa-sisa cuti yang ada untuk buah hati.
Perhatikan manajemen waktu
Tanggung jawab sebagai ibu tidak lantas membuat Anda mempertaruhkan nasib pekerjaan. Jika Anda memang sudah memilih untuk tetap bekerja, pastikan Anda sudah tahu cara mengatur waktu sebaik mungkin.
Bangun lebih awal dapat mempermudah semua tugas Anda sebagai ibu sekaligus wanita karier. Ketika bangun lebih awal, Anda pun dapat memberikan waktu untuk si kecil sebelum berangkat bekerja, dapat menyiapkan susu-susu ASI di botol, dan menyiapkan menu satu hari jika bayi sudah lebih dari enam bulan.
Prioritaskan waktu makan dan tidur Anda agar dapat lebih santai dan menikmati waktu-waktu yang "sibuk" sebagai wanita dengan dua tugas.
(tty)