Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL SEXUAL HEALTH

Seks Dapat Redakan Stres & Nyeri Kepala

Gustia Martha Putri - Okezone
Selasa, 29 Mei 2012 00:03 wib
detail berita
Seks redakan stres dan nyeri kepala (Foto: Corbis)
BERHUBUNGAN intim dengan suami mempunyai banyak keuntungan. Tidak hanya menjaga keharmonisan rumah tangga, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan fisik.

Manfaat rutin berhubungan intim dengan suami bagi kesehatan fisik yaitu meminimalisir rasa nyeri, salah satunya sakit kepala. Sebuah studi yang dilakukan di Klinik Sakit Kepala Southern Illinois University menemukan, separuh dari penderita migrain wanita melaporkan lega setelah klimaks. Pasalnya, gelombang hormon yang dilepaskan setelah orgasme dapat membantu meringankan rasa sakit yang mengganggu.

"Endorfin yang dilepaskan selama orgasme sangat mirip morfin dan mereka secara efektif mengurangi rasa sakit," tutur Cindy Meston M., Ph.D., Direktur Laboratorium Psikofisiologi Seksual di University of Texas, sebagaimana dilansir ABCNews, Selasa (29/5/2012).

Selain itu, penelitian dari Universitas Skotlandia Barat mengungkapkan, orang yang melakukan hubungan setidaknya sekali selama dua pekan mampu mengelola situasi stress, seperti berbicara di depan umum.

"Itu karena endorfin dan oksitosin yang dilepaskan selama berhubungan seks. Hormon-hormon tersebut menghasilkan perasaan yang nyaman dan senang di otak. Karenanya, hubungan intim dengan pasangan berguna membantu mencegah perasaan cemas dan depresi," tutur seorang penulis studi Profesor Psikologi Stuart Brody, Ph.D.
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Facebook Comment List

 
BACA JUGA »

Food

Isteri Perdana Menteri Malaysia Getol Kuliner Padang
Selama menghadiri perhelatan Islamic Fashion Festival 2014 di Padang, Datin Sri Rosmah, Isteri Perdana Menteri Malaysia Mansor disuguhi berbagai makanan khas Minang.

Property

Tiap Tahun Pembeli Properti Singapura Asal RI Terus Turun
Menurut Associate Director Consultancy & Research Knight Frank Internasional Hasan Pamudji, jumlah investor atau pembeli properti asal Indonesia di Singapura dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.