Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL HEALTH UPDATE

Waspada, Sering Nonton Televisi Bahayakan Otak

Restika Ayu Prasasty - Okezone
Selasa, 22 Mei 2012 12:46 wib
detail berita
Anak nonton televisi (Foto: Corbis)
MENONTON televisi secara terus-menerus tidak baik bagi anak. Pasalnya, para dokter dan psikolog di Inggris mengatakan kebiasaan tersebut bisa membahayakan otak dan otot tubuh.

Statistik terbaru menunjukkan, anak berusia 12-15 tahun menghabiskan rata-rata lebih dari enam jam sehari duduk di depan televisi atau komputer. Hal itu belum termasuk penggunaan komputer di sekolah atau gadget, seperti smartphone, di waktu luang.

Dr. Aric Sigman dari Inggris menyarankan, balita jangan terlalu sering menonton televisi jika orangtua tidak ingin kesehatan anak-anak mereka memburuk seumur hidup.

Sigman melakukan penelitian yang menghubungkan lama waktu menonton televisi atau komputer dengan masalah kesehatan termasuk obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah, tidak fokus/perhatian, dan mengalami penurunan pada mata pelajaran matematika dan membaca, serta ganguan tidur dan autisme.

Dengan menonton televisi atau duduk di depan komputer berjam-jam, kita akan makan lebih banyak, kurang olahraga, hormon berubah, dan memengaruhi perhatian dan konsentrasi. Studi juga menunjukkan, reaksi otak terhadap game komputer sama ketika mengonsumsi obat-obatan dan alkohol.

“Anak-anak atau orang dewasa sekarang kecanduan dan menggunakan teknologi secara berlebihan. Mereka mengembangkan ketergantungan yang tidak sehat terhadap teknologi,” ujar Sigman.

Dr. Sigman ingin tidak ada televisi di kamar dan percaya bahwa anak-anak muda yang otaknya masih berkembang sebaiknya tidak menonton televisi sama sekali. Anak-anak berusia tiga sampai tujuh tahun harus dibatasi menonton televisi, cukup 1,5 jam sehari. Sedangkan anak yang lebih besar harus dapat bertahan dengan menonton televisi atau bermain game komputer selama dua jam.

Dr. Sigman bukan orang pertama yang melakukan penelitian akibat teknologi terhadap generasi muda. Penelitian yang dilakukan oleh Mental Health Foundation menemukan, masyarakat Inggris yang terobsesi pada situs jejaring sosial (dijuluki generasi “Eleanor Rigby”) terpisah dari keluarga dan teman.

Salah satu ilmuwan Inggris yang paling terkemuka, Susan Greenfield, telah berulang kali memperingatkan bahwa situs jaringan sosial dapat membahayakan otak anak-anak dengan memperpendek rentang perhatian atau fokus terhadap sesuatu. Jejaring sosial juga membuat kita menginginkan segalanya secara instan dan membuat kita lebih egois.
(tty)

Beri komentar

 

Lifestyle

Payudara Siti Badriah Gede karena Diganjal Tisu
Setiap wanita tentunya menginginkan bentuk fisik yang sempurna. Bahkan, mereka rela mengubah beberapa bagian tubuh.

Food

Gio "MasterChef": Aku Gagal Bikin Mama Bangga
Tersingkir dari Galeri MasterChef Indonesia Season 3, Gio (20, Mahasiswa asal Jakarta) merasa sangat terpukul. Dia gagal mempersembahkan kemenangan untuk sang ibunda.

Property

BTN: Risiko Kredit Macet KPR Kecil
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengklaim jika risiko kredit macet untuk KPR di BTN sangat kecil. Alasannya, hingga saat ini kredit macet masih bisa dicover atau ditanggung dari agunan berupa rumah dan tanah.