Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL HEALTH UPDATE

Saatnya Kenali Hemofilia

Gustia Martha Putri - Okezone
Selasa, 17 April 2012 18:02 wib
detail berita
Anak kecil berdarah (foto: Corbis)
SETIAP 17 April, seluruh dunia memeringati sebagai hari hemofilia. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu soal hemofilia.

Penderita hemofilia adalah orang yang mengalami gangguan pembekuan darah karena tidak memiliki cukup faktor pembekuan tertentu. Akibatnya, perdarahan berlangsung lebih lama dibandingkan orang normal.

Faktor pembekuan darah sendiri adalah protein dalam darah yang mengontrol pendarahan. Normalnya ketika pembuluh darah terluka, dinding pembuluh darah akan menciut lalu keping darah akan menutup luka pada pembuluh. Pada saat bersamaan, faktor pembeku darah akan bekerja membuat semacam jaring yang membentuk anyaman dan menutup luka hingga tidak terjadi pendarahan. Tapi tidak demikian pada penderita hemofilia.

Umumnya ada tiga jenis hemofilia, yakni:
- Hemofilia A = kekurangan faktor pembekuan VIII

- Hemofilia B = kekurangan faktor pembekuan IX

- Hemofilia C = kekurangan faktor pembekuan XI
 
"Di dalam tubuh terdapat 13 faktor pembeku darah. Ada faktor satu, dua, tiga, hingga 13. Hemofilia adalah yang kekurangan faktor delapan dan sembilan, misalnya," kata Prof dr DR Moeslichan Mz SpA(K) selaku pengarah Yayasan Pemerhati Hemofilia Indonesia di Conference Room MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Penderita hemofilia rentan mengalami pendarahan, bahkan untuk luka kecil atau saat gigi susu jatuh. Tak hanya pendarahan luar, gerakan tubuh berlebih akan menyebabkan pendarahan dalam, terutama pada bagian sendi. Bahkan, bisa saja terjadi pendarahan dalam tanpa sebab apa pun.

Sebanyak 70 persen, hemofilia disebabkan oleh faktor genetik. Sebanyak 30 persen hemofilia terjadi secara spontan.

"Pada umumnya hemofilia dikarenakan faktor genetik. Seseorang dapat dideteksi mengidap hemofilia sejak ada dalam rahim ibunya dan ini tidak bisa dicegah. Sisanya banyak yang terjadi secara spontan. Saat kecil tidak terdeteksi ada penyakit ini, tidak ada sejarah dalam keluarga juga yang mengalami hemofilia. Tapi saat dewasa, dia mengidap hemofilia. Radiasi dan polusi adalah yang "didakwa" menjadi penyebabnya," imbuh Prof Moeslich. (tty)

  • kusnadi » Tanggapan
    bagaimana jika ada anak dengan hemofilia luka dan perdarahan, tapi kemudian luka tersebut perdarahannya tidak banyak dan berhenti sendiri, apakah tetap harus dikirim dokter juga/ ke RS/ atau cukup diverban dan dibawa ke puskesmas dan hanya diberikan obat yang ada di puskesma saja?
 
BACA JUGA »

Lifestyle

Seksinya Emma Watson di Festival Film Cannes
Karpet merah menjadi ajang bagi para selebriti untuk memamerkan gaya berbusana terbaiknya. Salah satu yang penampilannya paling mencuri perhatian adalah si cantik Emma Watson.

Food

Risa Dapat Pisau Istimewa dari Chef Arnold
Seorang chef harus memiliki basic skill, mulai dari mengenali bumbu dapur, mengolah makanan, hingga penyajian hidangan di piring. Namun, sebelumnya, seorang chef harus tahu memilah dan memotong ayam dengan tepat.

Property

Alasan Orang Indonesia Banyak Borong Properti di Luar Negeri
Faktor pendorong utamanya adalah di sana banyak terdapat sekolah-sekolah dan rumah sakit bergengsi dengan layanan taraf internasional yang menjadi daya tarik bagi konsumen luar negeri, salah satunya Indonesia.