PRIA mengalami infertilitas karena adanya kelainan spermatozoa (sel benih pada sperma) berupa varikokel pada kantung testis. Tapi, varikokel bukanlah akhir dari mimpi Anda untuk memiliki keluarga yang sempurna. Ilmu pengetahuan terkini dapat menanganinya.
Lantas bila suami memiliki varikokel pada testisnya, apa yang bisa diperbuat? Tak perlu khawatir, diagnosis, teknik atau metode terkini, serta terapi yang tepat terus diupayakan agar dapat membantu pasien pria dengan infertilitas bisa mendapatkan keturunan. Pada pasien, infertilitas dengan kelainan faktor spermatozoa yang disebabkan oleh varikokel dapat diterapi dengan obat-obatan maupun tindakan operasi bedah mikro (microligation).
Terapi obat-obatan belum memberikan hasil yang memuaskan karena hanya sebesar 15 persen angka keberhasilannya, sedangkan terapi operasi memberikan angka keberhasilan 60-70 persen, artinya dari 100 pasien yang dioperasi, 60-70 pasien mengalami perbaikan kualitas spermatozoa.
Terdapat beberapa teknik operatif yang dapat dilakukan, yaitu teknik bedah konvensional, radiologis dengan embolisasi (pembendungan), laparoskopi dan bedah mikro. Dari semua teknik operasi tersebut, teknik bedah mikro memberikan hasil yang paling baik dengan efek samping minimal.
"Teknik operasi bedah mikro pada kasus varikokel bermanfaat untuk mengidentifikasi dan menjaga pembuluh arteri sehingga menurunkan risiko terjadinya komplikasi seperti pengecilan volume testis dan penumpukan cairan berlebih pada testis," tutur Prof Dr dr Akmal Taher SpU(K), salah satu penggagas RS ASRI dalam seminar "Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria?" di Hotel Akmani, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2012).
Setelah operasi dilakukan, pengobatan yang berhasil akan ditandai dengan perbaikan hasil analisis cairan semen dan bertambahnya volume testis sehingga diharapkan pasangan dapat memiliki keturunan.
"Data terakhir menunjukkan bahwa pasien yang melakukan operasi varikokel, angka kerusakan DNA-nya berkurang 50 persen," tukas Prof Akmal.
(tty)