GAYA hidup serba praktis dan instan membuat orang terjebak dalam pola makan dan istirahat yang tidak teratur. Akibatnya, banyak orang mengalami gangguan kesehatan.
Kaum urban, terutama mereka yang bekerja, cenderung kurang memedulikan asupan makanannya. Kesibukan menuntut mereka menjalani kebiasaan yang serbapraktis dan instan, serta memiliki pola istirahat yang tidak teratur.
Ada berbagai cara meningkatkan dan mempertahankan daya tahan tubuh. Selain mendapat asupan dari makanan, mengonsumsi suplemen multivitamin juga bisa mempertahankan daya tahan tubuh. Salah satunya vitamin C. Namun, dalam mengonsumsi suplemen ini, sebaiknya jangan berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, seperti batu, gangguan lambung, dan lain-lain.
Frans Abednego Barus SpP, anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengatakan, sebaiknya dosis yang tepat mengonsumsi vitamin C adalah sekitar 200 sampai 250 miligram per hari.
“Kalau dosisnya lebih dari itu, akan terbuang percuma. Soalnya yang diserap oleh tubuh cuma sekitar itu,” katanya.
Menurut Frans, selain untuk menjaga daya tahan tubuh, vitamin C baik dalam proses penghilangan toksin dan radikal bebas. Radikal bebas adalah racun di dalam tubuh yang mengalami penuaan dan sebagai salah satu pemicu kanker.
Selain vitamin C, kita dapat mengonsumsi vitamin E agar badan bugar. Masalahnya adalah vitamin E larut dalam lemak dan tidak dapat dikeluarkan, sedangkan vitamin C tetap eksis. “Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan C. Adapun yang larut dalam darah adalah A, D, dan K,” kata Frans.
(tty)