Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL HEALTH & FIT

Jaga Daya Tahan Tubuh Anda

Rabu, 22 Februari 2012 17:42 wib
SINDO
detail berita
Tubuh bugar (Foto: Corbis)
GAYA hidup serba praktis dan instan membuat orang terjebak dalam pola makan dan istirahat yang tidak teratur. Akibatnya, banyak orang mengalami gangguan kesehatan.

Kaum urban, terutama mereka yang bekerja, cenderung kurang memedulikan asupan makanannya. Kesibukan menuntut mereka menjalani kebiasaan yang serbapraktis dan instan, serta memiliki pola istirahat yang tidak teratur.
 
Ada berbagai cara meningkatkan dan mempertahankan daya tahan tubuh. Selain mendapat asupan dari makanan, mengonsumsi suplemen multivitamin juga bisa mempertahankan daya tahan tubuh. Salah satunya vitamin C. Namun, dalam mengonsumsi suplemen ini, sebaiknya jangan berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, seperti batu, gangguan lambung, dan lain-lain.
 
Frans Abednego Barus SpP, anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengatakan, sebaiknya dosis yang tepat mengonsumsi vitamin C adalah sekitar 200 sampai 250 miligram per hari.
 
“Kalau dosisnya lebih dari itu, akan terbuang percuma. Soalnya yang diserap oleh tubuh cuma sekitar itu,” katanya.
 
Menurut Frans, selain untuk menjaga daya tahan tubuh, vitamin C baik dalam proses penghilangan toksin dan radikal bebas. Radikal bebas adalah racun di dalam tubuh yang mengalami penuaan dan sebagai salah satu pemicu kanker.
 
Selain vitamin C, kita dapat mengonsumsi vitamin E agar badan bugar. Masalahnya adalah vitamin E larut dalam lemak dan tidak dapat dikeluarkan, sedangkan vitamin C tetap eksis. “Vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B dan C. Adapun yang larut dalam darah adalah A, D, dan K,” kata Frans.
(tty)

Beri komentar

 

Food

Cara Benar Membuat Air Jeruk Hangat
Anda salah satu penyuka minuman jeruk hangat? Mendapatkan kehangatan dari minuman ini memang yang utama, tapi pastikan juga Anda mendapatkan manfaat vitamin C-nya.

Property

REI Minta Pemberlakuan DP KPR 30% Ditunda
Organisasi pengembang Real Estate Indonesia (REI) akan menyurati Bank Indonesia untuk meminta penundaan pemberlakuan aturan Loan to Value kredit pemilikan rumah.