Getting time...
OKEHEALTH | DETAIL HEALTH & FIT

Pencernaan Sehat, Tubuh Kuat

Rabu, 22 Februari 2012 16:46 wib
SINDO
detail berita
Konsumsi sayuran (Foto: Corbis)
UNTUK menjaga kesehatan pencernaan, salah satunya yang paling penting diperhatikan adalah memperbaiki pola makan. Jangan sampai telat makan, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta terlalu cepat menelan makanan.

Makan adalah kebutuhan hidup manusia. Namun, di era modern seperti sekarang ini, makan justru sering kali menimbulkan problem tersendiri bagi kesehatan pencernaan. Gaya hidup serbapraktis dan instan membuat orang terjebak dalam pola makan buruk dan istirahat yang tidak teratur. Akibatnya, banyak orang mengalami gangguan pencernaan yang membahayakan kesehatan.

Tak sedikit makanan yang tidak memenuhi syarat sebagai makanan sehat. Kelebihan lemak, kolesterol, pengawet, dan penyedap rasa menjadi “musuh” sistem pencernaan tubuh. Selain itu, pola makan yang tidak teratur, sering terlambat makan, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta terlalu cepat menelan makanan adalah beberapa hal yang menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan.


Stres karena beban hidup dan pekerjaan juga menjadi penyebab utama gangguan pencernaan pada masyarakat dewasa ini. Stres akan memengaruhi sistem saraf dalam tubuh. Ada dua sistem saraf, yaitu simpatis (untuk merangsang) dan parasimpatis (untuk menenangkan). Jika seseorang stres, maka saraf simpatisakan terangsang. Akibatnya, jantung berdebar, produksi asam lambung naik sehingga terjadi penyakit maag dan produksi hormon meningkat.
 
Pengaruh stres terhadap sistem pencernaan sangat bergantung pada individu. Artinya, bagian mana yang lemah, itulah yang diserang. Misalnya yang lemah adalah lambungnya, maka ketika stres, penyakit maag akan kambuh.

Adapun gangguan kesehatan akibat pola makan ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak. ”Nyeri perut, mual, kembung, diare, dan konstipasi adalah beberapa gejala sindrom gangguan pencernaan,” kata Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo.
 
Sebaiknya, gejala gangguan pencernaan tidak diabaikan begitu saja. Konstipasi, misalnya, dapat membuat luka di bagian usus besar atau rektum. ”Dari luka, kemudian bisa timbul polip atau kanker,” sebut Ari.

Salah satu jenis gangguan ini adalah sindrom stres pencernaan atau yang lebih dikenal dengan sebutan irritable bowel syndrome (IBS). Sindrom ini, menurut Ari, lebih sering menghampiri wanita ketimbang pria. Para ilmuwan mengungkapkan, orang yang sering mengalami trauma psikologis semasa hidup lebih mungkin untuk mengalami IBS. Trauma dalam hal ini, contohnya kematian orang yang dicintai, bercerai, pengalaman bencana atau kecelakaan mobil. IBS ini sebetulnya dapat diatasi dengan cara yang mudah, yaitu dengan pemberian suplemen probiotik yang dapat membantu pemulihan.

”Tapi perlu diingat, probiotik yang tak lain adalah mikroflora membutuhkan makanan, seperti sayur dan buah-buahan agar dapat bertahan hidup di usus,” sebut Ari.
 
Mikroflora ini tidak ada pada makanan sehari-hari. Mikroflora hanya didapat melalui minuman atau makanan fermentasi dan tablet suplemen. Keseimbangan mikroflora usus inilah yang dapat menggenjot pertahanan tubuh. Gangguan pencernaan lainnya adalah diare. Diare terjadi akibat pergerakan yang cepat dari materi tinja sepanjang usus besar. Pada diare, infeksi paling luas terjadi pada usus besar dan pada ileum. Di mana pun infeksi terjadi, mukosa akan teriritasi secara luas sehingga kecepatan sekresinya sangat tinggi. Diare ada yang disebabkan oleh bakteri kolera dan terkadang oleh bakteri lain seperti bacillus, patogen usus besar. Toksin kolera menstimulus sekresi elektrolit dan cairan yang berlebihan dari ileumdan usus besar. Ada juga yang disebut dengan gastritis. Artinya peradangan mukosa lambung.
 
Gangguan ini umum terjadi, terutama pada orang yang berusia lanjut. Gastritis jarang menyebabkan gejala-gejala yang serius. Gastritis menimbulkan peradangan yang tidak begitu berbahaya, tetapi berlangsung lama sehingga menyebabkan rusaknya mukosa lambung.
 
Para peneliti saat ini yakin hampir tidak ada makanan yang menyebabkan iritasi di bagian lambung, kecuali cairan asam lambung yang berlebihan. Beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan adalah dengan memperhatikan pola makan.

Aturlah pola makan yang cocok untuk Anda sehingga dapat dipadankan dengan kesibukan Anda sehari-hari. Usahakan jangan biarkan perut terlalu lama kosong sehingga mengalami telat makan yang akhirnya berujung pada maag.
(tty)

Beri komentar

 

Food

Cara Benar Membuat Air Jeruk Hangat
Anda salah satu penyuka minuman jeruk hangat? Mendapatkan kehangatan dari minuman ini memang yang utama, tapi pastikan juga Anda mendapatkan manfaat vitamin C-nya.

Property

REI Minta Pemberlakuan DP KPR 30% Ditunda
Organisasi pengembang Real Estate Indonesia (REI) akan menyurati Bank Indonesia untuk meminta penundaan pemberlakuan aturan Loan to Value kredit pemilikan rumah.