MULAI sekarang perbanyak konsumsi air. Faktanya, cairan tubuh berperan besar dalam menjalankan fungsi tubuh. Antara lain, mengangkut zat makanan ke seluruh sel tubuh dan menjaga tubuh tetap hidrasi. Kurang cairan bisa menghambat seluruh kerja organ dalam tubuh.
Anda yang malas minum air putih, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Cairan tubuh amat penting peranannya dalam mengatur kerja organ-organ di dalam tubuh. Sebut saja mengatur suhu tubuh, sekaligus sebagai alat transportasi untuk mengedarkan oksigen dan nutrisi, termasuk hormon dan enzim ke seluruh tubuh. Jika tubuh mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, maka aktivitas kerja organ menjadi terhambat.
Menurut dr Lia Gardenia Partakusuma SpPK (K) MM dari RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, di samping fungsi tersebut, cairan tubuh berperan aktif dalam mengeluarkan buangan-buangan sel, membantu proses metabolisme sel, pelarut elektrolit dan nonelektrolit, serta mengontrol proses pencernaan. Cairan tubuh manusia terdiri atas air dan ion sehingga saat kehilangan cairan tubuh,bukan hanya air yang hilang, tapi juga ion. Ion memiliki peranan penting dalam mencegah kelelahan pada otot. Salah satu penyebab kelelahan otot adalah terhambatnya glikolisis atau pemecahan glikogen menjadi tenaga.
Kurang cairan rupanya juga dapat membuat tubuh menjadi cepat marah, menurunkan mood,mual,dan juga muntah. Karena cairan tubuh tidak hanya terdiri atas air biasa, juga ada ion positif dan ion negatif—hanya sekitar 1 persen, tetapi memiliki peranan penting dalam mempertahankan keseimbangan tubuh.
Menurut dr Zaenal Sofro AIFM, Sports & Circulatory Medicine dari Universitas Gadjah Mada, pemenuhan cairan tubuh harus memperhatikan tingkat usia, jenis kelamin, dan kadar lemak dalam tubuh. Kebutuhan cairan untuk tubuh bayi misalnya, sebanyak 80 persen. Adapun pada anak-anak sekitar 70 persen, kemudian pada wanita dewasa 55 persen. Lain lagi pada pria dewasa yakni sebesar 60 persen, sedangkan orangtua atau lanjut usia sekitar 52 persen. Setiap harinya tubuh kehilangan cairan. Jadi, bukan hanya ketika tengah melakukan aktivitas cairan tubuh keluar melalui keringat.
Nyatanya, cairan tubuh keluar lewat paru-paru melalui proses pernapasan sekitar 400 ml/hari, atau melalui kulit sebanyak 400 ml/hari. Cairan tubuh juga ikut hilang lewat feses sebanyak 100 ml/hari. Adapun dalam rupa urine sebanyak 1.500 ml/hari. Bahkan, saat tidur, cairan tubuh juga tetap lenyap. Tidak tanggung-tanggung, tubuh kehilangan cairan sedikitnya 350 ml dalam semalam— keluar baik melalui proses pernapasan, urine, maupun penguapan pori-pori di kulit.
Hal ini disebut dengan penguapan yang tidak disadari. Agar cairan tubuh tetap terjaga, dr Zaenal menyarankan menjalankan hidup sehat dan mengonsumsi makanan sebagai sumber energi dan juga asupan minuman yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Menjalankan hidup sehat bisa dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara makan, minum, istirahat, olahraga, dan bekerja. Masing-masing harus seimbang, tidak kurang atau berlebihan.
(tty)